Reses di Polman, Rahmat Ichwan Bahtiar Tampung Aspirasi Nelayan, Petani dan Perangkat Masjid

Infrastruktur Pertanian dan Jembatan Jadi Keluhan Warga Desa Bunga-Bunga
Sementara itu, dalam reses di Desa Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, warga menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan, mulai dari perbaikan jalan tani, rehabilitasi jembatan gantung, hingga permintaan bibit kakao.
Kepala Desa Bunga-Bunga, Abdul Rauf, mengatakan kondisi infrastruktur pertanian di wilayahnya masih memerlukan perhatian serius.
"Saat ini kondisi jalan tani dan infrastruktur pendukung pertanian masih sangat memprihatinkan, terutama di area jembatan gantung," ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah desa sebenarnya telah merencanakan rehabilitasi jembatan pada 2024. Namun, keterbatasan anggaran membuat program tersebut belum dapat direalisasikan. Kebutuhan anggaran pembangunan diperkirakan mencapai Rp400 juta.
Menanggapi hal itu, Rahmat menegaskan bahwa perjuangan aspirasi masyarakat tidak berhenti hanya pada pelaksanaan reses.
"Reses saja tidak cukup. Kita harus tetap menjalin komunikasi dengan kepala desa dan kepala dusun. Peran anggota DPRD adalah mengawal aspirasi masyarakat agar dapat masuk dalam program pembangunan dan memperoleh prioritas," ungkapnya.
Menurut dia, tidak sedikit usulan pembangunan yang baru terealisasi setelah diperjuangkan selama beberapa tahun.
Soroti Insentif Perangkat Masjid
Dalam dialog bersama warga Desa Bunga-Bunga, masyarakat juga mempertanyakan insentif bagi imam dan perangkat masjid yang sudah lama tidak diterima.
Warga bernama Muh. Ilham Abdullah berharap pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap kesejahteraan para imam masjid.
"Kami berharap para imam masjid juga bisa mendapatkan perhatian dan kesejahteraan yang lebih baik. Setidaknya ada upaya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," katanya.
Rahmat mengatakan, pada periode 2019-2024 dirinya termasuk anggota DPRD yang ikut memperjuangkan program insentif bagi perangkat masjid di Kabupaten Polewali Mandar.
"Saat itu jumlah penerimanya lebih dari seribu orang. Saya kurang mengetahui alasan program tersebut terhenti, kemungkinan karena keterbatasan anggaran," ujarnya.
Ia menambahkan, banyak usulan yang tertunda bukan karena tidak penting, melainkan akibat kelengkapan data yang belum memadai.
"Karena itu setelah reses ini perlu ada komunikasi lanjutan. Jangan berhenti hanya sampai pertemuan hari ini. Kita harus memastikan semua data benar agar peluang untuk direalisasikan semakin besar," katanya.
Editor : Huzair.zainal