get app
inews
Aa Text
Read Next : Perkuat Legalitas Organisasi, PENA Sulbar Resmi Daftar di Kesbangpol Polewali Mandar

Reses di Polman, Rahmat Ichwan Bahtiar Tampung Aspirasi Nelayan, Petani dan Perangkat Masjid

Rabu, 17 Juni 2026 | 12:53 WIB
header img
Suasana saat Reses Anggota DPRD Sulbar Rahmat Ichwan Bahtiar: Foto Ilma

POLEWALI MANDAR,iNewsPolman.id– Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat Komisi III Bidang Pembangunan sekaligus Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sulbar, Rahmat Ichwan Bahtiar, memanfaatkan masa reses untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Polewali Mandar.

Rangkaian reses yang berlangsung di tiga lokasi yakni, di Desa Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, Lingkungan Ujung, Kelurahan Polewali, serta Lingkungan Pokko dan Lingkungan Lebani, Kelurahan Anreapi, Kecamatan Anreapi.

Dalam setiap pertemuan, Rahmat menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk turun langsung mendengarkan kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan berbagai usulan warga dapat diperjuangkan melalui kewenangan yang dimiliki.

"Jabatan yang diamanahkan masyarakat harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan warga akan kita perjuangkan sesuai dengan kewenangan dan kemampuan yang ada," ujar Rahmat.

Tanggul Pantai dan Bantuan Nelayan Jadi Aspirasi Prioritas

Saat menggelar reses di Lingkungan Ujung, Kelurahan Polewali, salah satu aspirasi yang mengemuka adalah pembangunan tanggul pantai untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi dan gelombang laut.

Rahmat mengungkapkan, usulan pembangunan tanggul tersebut sebenarnya telah diajukan sejak 2023. Namun, hingga kini belum terealisasi karena menjadi kewenangan instansi yang menangani wilayah pesisir dan laut.

"Kita akan datang langsung ke balai yang menangani wilayah pesisir dan laut untuk menanyakan bagaimana perkembangan usulan ini. Setahu saya usulan tersebut juga pernah diajukan oleh pemerintah kelurahan dan sudah masuk ke balai," katanya.

Menurut Rahmat, pembangunan tanggul menjadi kebutuhan mendesak mengingat kawasan tersebut dihuni masyarakat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.

"Gelombang laut sewaktu-waktu bisa mengancam permukiman warga. Kalau tidak ada perlindungan, ombak bisa sampai ke rumah-rumah masyarakat," ujarnya.

Selain tanggul pantai, masyarakat juga mengusulkan bantuan sarana dan prasarana nelayan berupa perahu katinting dan alat tangkap ikan guna menunjang aktivitas melaut.

"Tadi juga ada usulan bantuan katinting serta alat tangkap ikan lainnya untuk nelayan. Mudah-mudahan melalui reses kali ini kita bisa membantu dan mengawal aspirasi tersebut agar mendapat perhatian pemerintah," kata Rahmat.

Infrastruktur Pertanian dan Jembatan Jadi Keluhan Warga Desa Bunga-Bunga

Sementara itu, dalam reses di Desa Bunga-Bunga, Kecamatan Matakali, warga menyampaikan berbagai kebutuhan pembangunan, mulai dari perbaikan jalan tani, rehabilitasi jembatan gantung, hingga permintaan bibit kakao.

Kepala Desa Bunga-Bunga, Abdul Rauf, mengatakan kondisi infrastruktur pertanian di wilayahnya masih memerlukan perhatian serius.

"Saat ini kondisi jalan tani dan infrastruktur pendukung pertanian masih sangat memprihatinkan, terutama di area jembatan gantung," ujarnya.

Ia menjelaskan, pemerintah desa sebenarnya telah merencanakan rehabilitasi jembatan pada 2024. Namun, keterbatasan anggaran membuat program tersebut belum dapat direalisasikan. Kebutuhan anggaran pembangunan diperkirakan mencapai Rp400 juta.

Menanggapi hal itu, Rahmat menegaskan bahwa perjuangan aspirasi masyarakat tidak berhenti hanya pada pelaksanaan reses.

"Reses saja tidak cukup. Kita harus tetap menjalin komunikasi dengan kepala desa dan kepala dusun. Peran anggota DPRD adalah mengawal aspirasi masyarakat agar dapat masuk dalam program pembangunan dan memperoleh prioritas," ungkapnya.

Menurut dia, tidak sedikit usulan pembangunan yang baru terealisasi setelah diperjuangkan selama beberapa tahun.

Soroti Insentif Perangkat Masjid

Dalam dialog bersama warga Desa Bunga-Bunga, masyarakat juga mempertanyakan insentif bagi imam dan perangkat masjid yang sudah lama tidak diterima.

Warga bernama Muh. Ilham Abdullah berharap pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap kesejahteraan para imam masjid.

"Kami berharap para imam masjid juga bisa mendapatkan perhatian dan kesejahteraan yang lebih baik. Setidaknya ada upaya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," katanya.

Rahmat mengatakan, pada periode 2019-2024 dirinya termasuk anggota DPRD yang ikut memperjuangkan program insentif bagi perangkat masjid di Kabupaten Polewali Mandar.

"Saat itu jumlah penerimanya lebih dari seribu orang. Saya kurang mengetahui alasan program tersebut terhenti, kemungkinan karena keterbatasan anggaran," ujarnya.

Ia menambahkan, banyak usulan yang tertunda bukan karena tidak penting, melainkan akibat kelengkapan data yang belum memadai.

"Karena itu setelah reses ini perlu ada komunikasi lanjutan. Jangan berhenti hanya sampai pertemuan hari ini. Kita harus memastikan semua data benar agar peluang untuk direalisasikan semakin besar," katanya.

Bantu Kursi dan Fasilitas Masjid dengan Dana Pribadi

Selain aspirasi pembangunan, warga Lingkungan Ujung juga mengusulkan bantuan fasilitas sosial berupa kursi untuk kegiatan kemasyarakatan dan bantuan bagi masjid.

Menanggapi permintaan tersebut, Rahmat menyatakan kesiapannya memberikan bantuan menggunakan dana pribadi.

"Kalau yang bersifat pribadi dan memang sangat dibutuhkan masyarakat, insya Allah kita bantu sesuai kemampuan yang ada," ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulbar itu berjanji akan memberikan bantuan 50 unit kursi bagi masyarakat Lingkungan Ujung. Ia juga berkomitmen membantu kebutuhan fasilitas masjid yang menjadi salah satu aspirasi warga.

"Nanti 50 kursi yang diusulkan di sini insya Allah kita bantu. Begitu juga bantuan pribadi untuk fasilitas masjid akan kita berikan karena memang sangat dibutuhkan masyarakat," ungkapnya.

Rahmat menegaskan, selain memperjuangkan aspirasi melalui jalur penganggaran pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, dirinya juga berupaya membantu masyarakat secara langsung apabila terdapat kebutuhan yang mendesak.

"Kalau ada rezeki dan dana lebih, kenapa tidak kita berbagi untuk masyarakat. Yang terpenting bantuan itu bisa dirasakan manfaatnya oleh warga," katanya.

Ia berharap berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari perlindungan kawasan pesisir, peningkatan sarana nelayan, pembangunan infrastruktur pertanian, hingga fasilitas sosial dan keagamaan dapat segera terealisasi.

"Jabatan yang saya emban ini harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, setiap aspirasi yang masuk akan kita kawal dan perjuangkan semaksimal mungkin," tutup Rahmat.

Editor : Huzair.zainal

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut