get app
inews
Aa Text
Read Next : Rapat LKPJ Bersama BPS, DPRD Polman Pertanyakan Akurasi Data Kemiskinan

DPRD Soroti Penyempitan Drainase Penyebab Banjir di Darma hingga Turun Langsung Tinjau Lokasi

Sabtu, 09 Mei 2026 | 23:57 WIB
header img
DPRD dan PUPR saat meninjau langsung penyebab sering terjadinya banjir, drainase yang tak berfungsi maksimal. (Foto: Hilma).

POLEWALI MANDAR, iNewsPolman.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Polewali Mandar bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) meninjau kondisi drainase di Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Jumat (8/5/2026), menyusul keluhan warga terkait banjir dan genangan air yang kerap terjadi saat hujan deras.

Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Ketua DPRD Polewali Mandar Amiruddin bersama Ketua Komisi III Sarinah dan sejumlah anggota komisi lainnya, yakni Bunga Ranna, Hj. Lisda, serta Tanda. Rombongan turut didampingi Kepala Dinas PUPR Polewali Mandar Husain Ismail.

Dalam peninjauan itu, rombongan berdialog langsung dengan warga, kepala lingkungan, dan pemerintah kelurahan guna mendengar persoalan yang selama ini memicu luapan air di kawasan permukiman.

Dari hasil pemantauan di lapangan, ditemukan sejumlah titik saluran air mengalami penyempitan akibat perkembangan permukiman warga. Bahkan, sebagian bangunan disebut berdiri hingga mendekati badan sungai sehingga mengurangi kapasitas aliran air.

Wakil Ketua DPRD Polewali Mandar, Amiruddin, mengatakan pengerukan drainase akan segera dilakukan untuk mengurangi risiko banjir saat musim hujan.

“Dalam waktu dekat alat berat akan diturunkan untuk melakukan normalisasi dan pendalaman drainase,” kata Amiruddin.

Selain pengerukan, pihak DPRD juga mempertimbangkan penataan pohon di sepanjang jalur drainase. Sejumlah pohon yang akarnya merusak badan jalan direncanakan diganti dengan jenis tanaman yang lebih aman.

Amiruddin juga menyoroti banyaknya drainase yang ditutup permanen oleh warga. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab aliran air tidak berjalan optimal.

Karena itu, DPRD berencana mengusulkan regulasi berupa Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur larangan penutupan drainase secara permanen.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Polewali Mandar, Husain Ismail, menjelaskan persoalan genangan air di wilayah perkotaan dipicu oleh sistem drainase yang belum saling terhubung dengan baik.

“Jaringan drainase kita belum sepenuhnya terintegrasi. Ketika curah hujan tinggi, air akhirnya meluap di beberapa titik,” ujarnya.

Ia menerangkan, saat ini terdapat dua jalur utama pembuangan air, yakni menuju laut dan sungai. Namun, jalur ke arah laut mengalami kendala karena ukuran gorong-gorong di jalan nasional dinilai terlalu sempit dibanding debit air yang melintas.

Untuk mengatasi persoalan itu, Dinas PUPR bersama Komisi III DPRD berencana kembali berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional agar dilakukan pelebaran saluran atau pembangunan box culvert baru.

Sedangkan jalur pembuangan menuju sungai akan difokuskan ke Sungai Kanang dan Sungai Kunti melalui program penanganan tahun anggaran berjalan.

Husain menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga instansi terkait seperti Damkar dan lingkungan hidup untuk melakukan penanganan bersama terhadap sedimentasi dan penyumbatan saluran.

Menurut Husain, perubahan tata guna lahan di wilayah hulu turut menjadi faktor utama meningkatnya debit air yang masuk ke kawasan perkotaan.

“Daerah hulu yang sebelumnya kawasan hutan kini banyak berubah menjadi perkebunan, sehingga daya serap air berkurang. Akibatnya limpahan air langsung turun ke wilayah kota dan menyebabkan banjir,” jelasnya.

Editor : Huzair.zainal

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut