DPRD Soroti TPST Paku Tak Kunjung Beroperasi meski Sudah Diuji Coba, Penanganan Sampah Tak Maksimal
POLEWALI MANDAR, iNewsPolman.id – Meski sempat menjalani uji coba pada November 2025 lalu, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Paku di Kabupaten Polewali Mandar hingga kini belum juga difungsikan secara penuh.
Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp16 miliar tersebut belum dapat beroperasi karena masih menunggu penyelesaian kerja sama dengan perusahaan penyedia gas CNG (Compressed Natural Gas) yang akan digunakan dalam proses operasional TPST.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Polewali Mandar, M. Faizal Katohidar, mengatakan operasional TPST baru bisa dimulai setelah seluruh fasilitas pendukung, termasuk pasokan gas, tersedia.
“Setelah gas tersebut tersedia, barulah kegiatan ini dapat dioperasikan. Kami menargetkan operasional dimulai pada bulan Mei, sambil menunggu konfirmasi dari perusahaan yang saat ini masih melengkapi peralatan berupa tabung gas yang dikirim dari Jawa,” ujar Faizal saat rapat bersama DPRD Polewali Mandar di ruang aspirasi, Jumat (24/4/2026).
Faizal menjelaskan, TPST Paku sebenarnya ditargetkan rampung pada Desember 2025. Namun, terdapat pekerjaan tambahan yang harus melalui proses lelang hingga berlanjut ke tahun 2026, yakni pengadaan gas CNG.
Akibatnya, peluncuran TPST Paku tidak dapat dilakukan sesuai jadwal awal.
Menurutnya, gas CNG berbeda dengan LPG karena membutuhkan perangkat khusus seperti silinder berukuran besar.
Saat ini, silinder tersebut masih dalam proses pengiriman dari Jakarta dan diperkirakan tiba pada akhir April.
“Karena itu, operasional kemungkinan mundur ke bulan Mei,” jelasnya.
Meski secara kontrak pekerjaan utama telah selesai, pihak penyedia masih melengkapi sejumlah sarana pendukung. Selain itu, terdapat permintaan tambahan seperti penyediaan fasilitas penunjang di lokasi yang sebelumnya belum masuk dalam perencanaan anggaran.
DLHK saat ini juga masih mencari solusi terkait pembiayaan fasilitas tambahan tersebut agar TPST dapat segera beroperasi.
Faizal menilai persoalan sampah di Polewali Mandar menjadi tantangan besar karena volume sampah terus meningkat setiap harinya. Bahkan, pihaknya menemukan adanya sampah kiriman dari daerah lain yang masuk ke wilayah Polewali Mandar.
“Melalui patroli sampah, kami menemukan adanya sampah dari luar daerah yang dibuang ke wilayah kita. Ini tentu membuat volume sampah semakin meningkat,” katanya.
Sementara menunggu TPST Paku beroperasi, pembuangan sampah sementara masih dilakukan di kawasan Laliko dengan sistem penimbunan.
Anggota DPRD Polewali Mandar, H. Syarifuddin, menegaskan selama TPST Paku belum difungsikan, penanganan sampah di daerah tidak akan berjalan maksimal.
Ia menyebut volume sampah harian di Polewali Mandar mencapai sekitar 40 hingga 45 ton, sementara lokasi pembuangan sementara di Laliko juga belum mampu menampung secara optimal.
“Kita bisa melihat sendiri, setiap hari sampah menumpuk, termasuk di sepanjang jalan dan di depan Pasar Wonomulyo. Selama TPST belum berfungsi, persoalan ini akan terus berulang,” ucapnya.
Editor : Huzair.zainal