get app
inews
Aa Text
Read Next : Seorang Petani Ditemukan Tewas di Bawah Pohon Kelapa, Polisi Masih Selidiki Penyebabnya

Kebakaran Lahan di Pulau Battoa Polman Meluas, Polisi dan Warga Berjibaku Padamkan Api

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:18 WIB
header img
Polisi dan Warga Padamkan Kebakaran Lahan Di Pulau Battoa,, Kecamatan Binuang yang makin meluas. (Foto: Humas Polres Polman).

POLEWALI MANDAR,iNewsPolman.id — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan perbukitan dan lahan perkebunan warga di Pulau Battoa, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, Jumat (21/8/2026).

Kebakaran yang terjadi di wilayah Dusun Kapejang dan Dusun Lendang itu menghanguskan lahan yang diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare.

Informasi kebakaran diterima aparat kepolisian dari masyarakat sekitar pukul 15.10 WITA. Berdasarkan pengecekan di lokasi, api diduga mulai muncul sekitar pukul 14.00 WITA dari kawasan bukit dan lahan kosong di Dusun Kapejang, sebelum kemudian merambat ke wilayah Dusun Lendang.

Kondisi vegetasi yang didominasi bambu dan rumput ilalang kering membuat api dengan cepat meluas hingga masuk ke sejumlah lahan perkebunan milik warga.

Mendapat laporan tersebut, personel gabungan Polres Polewali Mandar dan Polsek Binuang langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Tim dipimpin Pamapta III SPKT Polres Polman Ipda Abd. Salam, S.Sos., M.H., didampingi Kanit Binmas Polsek Binuang Aiptu Hariyanto, S.H., dan Kanit Reskrim Polsek Binuang Aiptu Aras.

Petugas bersama warga berjibaku memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Setelah beberapa jam dilakukan pemadaman, kobaran api berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.00 WITA.

“Setelah menerima informasi dari masyarakat terkait adanya kebakaran lahan di wilayah Pulau Battoa, personel gabungan Polres Polman dan Polsek Binuang langsung mendatangi lokasi untuk melakukan upaya pemadaman bersama warga. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.00 WITA,” kata Ipda Abd. Salam.

Meski kobaran api telah berhasil dikendalikan, petugas masih menemukan sejumlah bara api di beberapa titik. Warga pun diminta tetap melakukan pemantauan untuk mencegah api kembali membesar.

“Kami tetap mengimbau masyarakat untuk bersama-sama melakukan pemantauan karena masih terdapat bara api yang berpotensi kembali menyala,” ujarnya.

Dari hasil pengumpulan bahan keterangan di lokasi, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare. Lahan tersebut antara lain milik Galung (72), Fasya (65), Umar (65), serta lahan milik almarhum Syamsuddin, almarhum Sida, dan almarhum Hambali.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Polman AKP Budi Adi, S.H., S.Sos., M.H., mengatakan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

“Penyebab kebakaran lahan di Pulau Battoa hingga saat ini masih dalam penyelidikan. Dari hasil pengumpulan bahan keterangan di lapangan, api diduga bermula dari kawasan bukit lahan kosong di Dusun Kapejang, kemudian merambat ke Dusun Lendang hingga memasuki lahan perkebunan milik warga,” jelas Budi Adi.

Menurut keterangan sejumlah warga, kebakaran di kawasan tersebut disebut kerap terjadi saat musim kemarau. Warga menduga kondisi lahan yang kering serta kemungkinan gesekan batu dari kawasan perbukitan dapat memunculkan percikan api yang kemudian menyambar rumput ilalang.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan dan masih memerlukan pendalaman lebih lanjut oleh pihak kepolisian.

Polres Polman mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca kering. Warga yang berada di sekitar lokasi juga diminta segera melaporkan apabila kembali menemukan titik api.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya di tengah kondisi musim kemarau. Warga yang berada di sekitar lokasi juga diminta tetap melakukan pemantauan dan segera melaporkan apabila kembali ditemukan titik api untuk mencegah kebakaran meluas,” kata Budi Adi.

Hingga malam hari, warga masih bersiaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Pemantauan dilakukan karena sejumlah bara masih ditemukan, sementara kondisi vegetasi di kawasan tersebut kering dan mudah terbakar.

Dalam peristiwa ini tidak ada laporan korban jiwa. Sementara kerugian material akibat kebakaran lahan perkebunan warga masih dalam proses pendataan.

Editor : Huzair.zainal

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut