Unit Siaga SAR Mamasa Resmi Beroperasi, Respons Bencana di Wilayah Pegunungan Diperkuat
MAMASA,iNewsPolman.id— Pemerintah Kabupaten Mamasa bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) meresmikan Gedung Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kabupaten Mamasa, Selasa (18/8/2026).
Peresmian yang berlangsung di Jalan Poros Polewali-Mamasa, Dusun Rante-Rante, Desa Osango, itu menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mempercepat respons terhadap kondisi darurat dan bencana di wilayah pegunungan.
Wakil Kapolres Mamasa Kompol Najamuddin, S.Pd. turut hadir mewakili Kapolres Mamasa dalam kegiatan tersebut.
Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Mamasa Wellem Sambolangi, S.E., M.M., Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Mamuju Mahmud Afandi, S.E., MBA, dan Waka Polres Mamasa Kompol Najamuddin.
Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga hadir, di antaranya Kasdim 1428/Mamasa Mayor Inf Hasruddin, Kalaksa BPBD Mamasa Fredi Toding, S.E., M.Si., Kepala Bappeda Ir. Gusti Harmiawan Buntutibonyong, S.T., M.Si., M.H., serta Kadis Pariwisata Arfin Ital Putra, S.Sos. Kegiatan turut dihadiri personel Unit SAR Mamasa dan sekitar 30 tamu undangan.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Mamuju Mahmud Afandi mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Mamasa dalam menyediakan gedung operasional Unit Siaga SAR.
Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut akan semakin mendekatkan pelayanan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat.
“Keberadaan unit siaga ini merupakan upaya mendekatkan pelayanan SAR kepada masyarakat. Kami berharap respons terhadap kejadian darurat dapat dilaksanakan lebih cepat, tepat, terpadu, dan profesional,” ujarnya.
Mahmud juga menekankan pentingnya sinergi antara Basarnas, pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh unsur terkait agar setiap operasi kemanusiaan dapat berjalan secara optimal.
Sementara itu, Bupati Mamasa Wellem Sambolangi mengatakan keberadaan Unit Siaga SAR sangat dibutuhkan mengingat kondisi geografis Mamasa yang memiliki potensi bencana, seperti banjir bandang, tanah longsor hingga kebakaran hutan.
“Gedung ini adalah kebutuhan nyata bagi masyarakat kami. Meskipun fasilitas saat ini masih sederhana, Pemkab berkomitmen mendukung penuh melalui perjanjian kerja sama selama dibutuhkan untuk misi kemanusiaan,” kata Wellem.
Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan Tagana maupun Basarnas, khususnya dalam menghadapi potensi bencana pada musim kemarau serta mengantisipasi musim hujan.
Rangkaian peresmian berlangsung aman dan lancar hingga selesai sekitar pukul 09.40 WITA. Setelah acara, para pejabat dan tamu undangan melakukan foto bersama serta meninjau langsung fasilitas Gedung Unit Siaga SAR.
Dengan beroperasinya Unit Siaga SAR di Mamasa, pelayanan pencarian dan pertolongan diharapkan semakin cepat dan efektif, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana di wilayah tersebut.
Editor : Huzair.zainal