BBM Langka di Polman, Harga Eceran Tembus Rp25.000, DPRD Desak Tindak Penimbun

Basrbas
Ketua DPRD Polman, Fahry Fadly, angkat bicara dan mendesak aparat serta pihak terkait segera turun melakukan pengawasan distribusi (Foto: Basribas)

POLEWALI MANDAR, iNewspolman.id – Isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di tengah masyarakat mulai berdampak pada kelangkaan BBM di sejumlah wilayah Kabupaten Polewali Mandar. Ketua DPRD Polewali Mandar, Fahry Fadly, angkat bicara dan mendesak aparat serta pihak terkait segera turun melakukan pengawasan distribusi dan menindak tegas jika ditemukan praktik penimbunan BBM.

Fahry menegaskan, BBM merupakan kebutuhan vital masyarakat yang sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Karena itu, distribusinya harus dijaga agar tetap stabil dan tidak dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mencari keuntungan pribadi di tengah situasi yang belum pasti.

Menurutnya, aparat penegak hukum bersama instansi terkait perlu melakukan pengecekan langsung di lapangan, terutama di SPBU maupun jalur distribusi, guna memastikan tidak ada penimbunan maupun permainan distribusi yang menyebabkan kelangkaan di tingkat masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa informasi mengenai kenaikan harga BBM yang beredar saat ini masih bersifat isu nasional dan belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak terpancing informasi yang belum jelas sumbernya dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan.

Selain pengawasan, Fahry juga menyoroti perlunya perhatian dari PT Pertamina (Persero) terkait kuota pasokan BBM untuk wilayah Polewali Mandar. Ia menilai kebutuhan BBM masyarakat terus meningkat, sementara pasokan yang tersedia dinilai belum mengalami penyesuaian atau penambahan kuota.

Sebagai langkah lanjutan, DPRD Polewali Mandar berencana memanggil pengelola SPBU dan pihak Pertamina untuk melakukan rapat dengar pendapat guna mengetahui penyebab pasti kelangkaan BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di Polewali Mandar.

Dalam beberapa hari terakhir, warga di sejumlah kecamatan mengaku kesulitan mendapatkan BBM, baik di SPBU maupun di tingkat penjual eceran. Bahkan, sebagian penjual BBM eceran yang biasanya beroperasi di pinggir jalan dilaporkan tidak lagi berjualan. Kalaupun ada, harga BBM eceran mengalami kenaikan yang cukup tinggi.

Salah seorang warga Kecamatan Matakali, Ahmad, mengaku terpaksa membeli BBM jenis Pertalite dengan harga mencapai Rp25 ribu per liter karena sulitnya mendapatkan BBM di SPBU.

Kondisi ini diduga dipicu oleh informasi simpang siur di media sosial mengenai rencana kenaikan harga BBM, sehingga sebagian masyarakat melakukan pembelian dalam jumlah besar. Akibatnya, stok BBM di sejumlah SPBU cepat habis dan memicu kelangkaan di tingkat masyarakat.

Di akhir keterangannya, Fahry Fadly mengimbau masyarakat Polewali Mandar agar tetap tenang dan bijak dalam menerima informasi, khususnya informasi yang beredar di media sosial.

Ia meminta masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang berupa pesan berantai maupun banner yang tidak memiliki sumber resmi.

Ia berharap masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan karena justru dapat memperparah kelangkaan dan merugikan masyarakat lainnya. Menurutnya, menjaga stabilitas distribusi BBM merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat penegak hukum, pihak Pertamina, serta masyarakat itu sendiri.

Editor : Huzair.zainal

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network