Banjir Kepung Kota Polewali, Jalan Trans Sulbar Sempat Macet Akibat Luapan Sungai dan Drainase
POLEWALI MANDAR, iNewsPolman.id –Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, selama kurang lebih tiga jam pada Senin sore menyebabkan banjir meluas di sejumlah wilayah dan mengepung pusat Kota Polewali.
Tingginya intensitas hujan membuat beberapa sungai meluap, di antaranya Sungai Binuang dan Sungai Lantora. Tidak hanya itu, luapan saluran drainase juga memperparah kondisi banjir hingga merendam kawasan permukiman, area perkantoran, hingga ruas jalan utama.
Di Kecamatan Polewali, banjir merendam sejumlah titik seperti Kelurahan Lantora, Madatte, dan Pekkabata. Bahkan kawasan perkantoran pemerintahan di Kelurahan Manding dan Madatte turut terdampak genangan air.

Sejumlah ruas jalan berubah layaknya aliran sungai dengan arus yang cukup deras. Kondisi ini membuat kendaraan sulit melintas, bahkan akses Jalan Trans Barat Sulawesi sempat mengalami kemacetan akibat tingginya genangan air.
Di Kelurahan Lantora, banjir terjadi akibat meluapnya sungai dan saluran drainase, terutama di sekitar samping SPBU, Lingkungan Kalawa, dan Lingkungan Pandebassi.
Sementara di Kelurahan Madatte, genangan air setinggi sekitar 30 sentimeter merendam kompleks perumahan di sekitar Jalan Budaya.
Sedangkan di Kelurahan Pekkabata, genangan air mencapai 50 sentimeter terjadi di sekitar Jalan Manunggal, kawasan Kantor Daerah, Alun-Alun Polewali, hingga area pacuan kuda.
Berdasarkan laporan hasil pemantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polewali Mandar, banjir juga terjadi di Kecamatan Binuang, tepatnya di Desa Amasangan akibat meluapnya Sungai Binuang.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Polewali Mandar langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemantauan dan penanganan awal.
Beberapa upaya yang dilakukan di antaranya mendatangi lokasi kejadian, berkoordinasi dengan aparat setempat, serta melakukan asesmen terhadap dampak banjir di wilayah terdampak.
Hingga malam hari, petugas masih terus memantau kondisi banjir di sejumlah titik rawan, terutama di kawasan yang mengalami genangan cukup tinggi.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat cuaca ekstrem dan hujan dengan intensitas tinggi masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Editor : Huzair.zainal