POLEWALI MANDAR, iNewsPolman.id – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, disorot setelah ditemukan menggunakan air sumur berbau busuk yang diduga tercemar limbah dan tidak layak sebagai sumber air bersih.
Temuan tersebut terungkap saat DPRD Kabupaten Polewali Mandar melakukan inspeksi mendadak bersama DLHK Polman dan Satpol PP Polman. Selain pengelolaan limbah yang dinilai tidak memenuhi standar, sumur yang digunakan untuk mencuci ompreng ditemukan berada dekat saluran air kotor, dengan kondisi air bercampur lemak minyak.
Anggota DPRD Polman, Amiruddin, menyebut kondisi tersebut sangat mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak penerima program MBG.
Kondisi IPAL di Dapur MBG samping Kantor DPRD .
“Limbahnya sangat jorok. Sumur sumber air berada dekat got dengan air hitam. Penggunaan air PDAM hanya sekitar Rp400 ribu per bulan untuk mencuci sekitar 2.600 ompreng dengan jumlah karyawan 48 orang,” ujar Amiruddin.
Ia menegaskan DPRD akan kembali memanggil pengelola dapur MBG di Patampanua. Peninjauan lapangan ini, kata dia, merupakan tindak lanjut dari aspirasi organisasi mahasiswa HMI dan JOL yang sebelumnya menyampaikan laporan ke DPRD.
Dalam sidak tersebut, DPRD meninjau tiga dapur MBG. Hasilnya, hanya satu dapur yang dinilai memiliki pengelolaan limbah yang baik, yakni dapur MBG di Madatte. Sementara dapur di sekitar kantor DPRD dan di Patampanua dinilai tidak layak.
Ketua Komisi III DPRD Polman, Sarinah, menegaskan kondisi paling buruk ditemukan di Patampanua.
“Pengelolaan limbah di dapur yang berada di samping kantor DPRD saja belum memenuhi standar, apalagi di Patampanua. Sumur yang digunakan jelas tidak layak,” tegas Sarinah.
Sementara itu, Pengawas Lingkungan Hidup DLHK Polman, Ari Wahyudi, menjelaskan air limbah dapur MBG tidak melalui instalasi pengolahan limbah dan langsung dibuang ke lingkungan sekitar.
“Tidak ada proses pengolahan air limbah. Air buangan berpotensi mengandung zat berbahaya yang dapat mencemari lingkungan,” jelasnya.
DLHK Polman menyatakan akan melakukan pembinaan dan pengawasan lanjutan terhadap pengelolaan limbah dapur MBG. Adapun dapur MBG di samping kantor DPRD juga dinilai belum memenuhi standar karena hanya menggunakan bak penampungan sederhana.
Sebagai langkah pencegahan, DPRD Polman meminta sumur yang digunakan dapur MBG di Patampanua ditutup secara permanen, guna menghindari risiko gangguan kesehatan terhadap anak-anak penerima manfaat program MBG.
Editor : Huzair.zainal
Artikel Terkait
