Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ditinggal Pemilik, Rumah Warga di Sumarrang Ludes Terbakar
Advertisement . Scroll to see content

KNMP Tonyaman Mulai Menggeliat, Progres 27 Persen: Mimpi Besar Nelayan Polman Segera Terwujud?

Senin, 21 September 2026 | 00:47 WIB
  • author Basrbas
KNMP Tonyaman Mulai Menggeliat, Progres 27 Persen: Mimpi Besar Nelayan Polman Segera Terwujud?
Project Manager pembangunan KNMP Tonyaman, Najamuddin saat ditemui di lokasi Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Poto : Basribas)

POLEWALI MANDAR, iNewspolman.id – Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, mulai menunjukkan perkembangan. Proyek yang dikerjakan CV Roda dengan nilai anggaran sekitar Rp4,5 miliar tersebut kini telah mencapai progres sekitar 27 persen.

Pembangunan KNMP Tonyaman merupakan bagian dari program pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diarahkan untuk memperkuat infrastruktur, aktivitas ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat pesisir dan nelayan.

Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan KNMP di lebih dari seribu lokasi dapat rampung hingga akhir Desember 2026. Program tersebut mendapat dukungan anggaran APBN Tahun Anggaran 2026.

Project Manager pembangunan KNMP Tonyaman, Najamuddin, mengatakan progres pekerjaan di lapangan terus dikebut. Dalam waktu sekitar satu pekan ke depan, progres fisik ditargetkan meningkat hingga lebih dari 30 persen.

“Saat ini progres pekerjaan sudah sekitar 27 persen. Insyaallah dalam satu minggu ke depan akan masuk 30 persen lebih,” kata Najamuddin saat ditemui di lokasi Pembangunan. Ahad ((20/09/2026)

Ia menjelaskan, kontrak pekerjaan ditetapkan pada 17 Juli 2026, sedangkan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterima pada 27 Juli 2026. Pelaksanaan pekerjaan diberikan waktu selama 130 hari kerja.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan proyek tersebut adalah keterlibatan masyarakat lokal. Menurut Najamuddin, sekitar 80 persen tenaga kerja yang direkrut berasal dari masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.

“Sekitar 80 persen pekerja kami berasal dari masyarakat sekitar lokasi pembangunan. Selebihnya dari luar Desa Tonyaman, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan tenaga teknis,” ujarnya.

KNMP Tonyaman tidak hanya diarahkan sebagai pembangunan fisik semata. Sejumlah fasilitas yang dibangun dirancang untuk mendukung aktivitas nelayan mulai dari pendaratan hasil tangkapan hingga kebutuhan perbekalan.

Fasilitas tersebut meliputi dermaga atau tambatan perahu, bangunan shelter pendaratan ikan, pabrik es portabel, bangunan kios perbekalan, serta sejumlah titik penerangan jalan umum (PJU) single arm.

Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai aktivitas nelayan di kawasan Tonyaman, sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjalankan kegiatan perikanan.

Najamuddin menambahkan, koordinasi dengan sejumlah pihak terkait selama proses pembangunan berjalan dengan baik, termasuk dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Polewali Mandar, Satpolairud serta Posal TNI AL Polewali Mandar.

Sementara itu, Kepala Bidang Tangkap Dinas Perikanan, Kelautan dan Pangan Kabupaten Polewali Mandar, Arif Muswel, membenarkan bahwa program KNMP di Polewali Mandar saat ini terdapat di dua lokasi.

Kedua lokasi tersebut berada di Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, dan wilayah Kecamatan Balanipa.

Menurut Arif, sebelumnya Pemkab Polman mengusulkan tiga lokasi, yakni Desa Tonyaman Kecamatan Binuang, Desa Laliko Kecamatan Campalagian, serta Kecamatan Balanipa.

Namun, dari tiga usulan tersebut, dua lokasi yang mendapat persetujuan berada di Binuang dan Balanipa.

“Sebelumnya kami mengusulkan tiga titik, yakni Binuang Desa Tonyaman, Desa Laliko Kecamatan Campalagian dan Balanipa. Namun yang disetujui ada dua, yaitu Binuang dan Balanipa,” jelas Arif Muswel.

Ia menambahkan, kedua lokasi tersebut saat ini berstatus sebagai kawasan penyangga, sementara lokasi yang direncanakan sebagai pusat utama atau hub masih dalam tahap pengajuan, yakni di Desa Laliko.

Selain pembangunan infrastruktur KNMP, kebutuhan bahan bakar bagi nelayan juga menjadi perhatian. Salah satu fasilitas yang diharapkan dapat hadir ke depan adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPDN).

Arif mengatakan, keberadaan SPDN akan memudahkan nelayan lokal memperoleh BBM bersubsidi tanpa harus mengakses SPBU umum.

Namun, pengusulan SPDN baru akan dilakukan setelah pembangunan fisik KNMP selesai dan seluruh fasilitas mulai beroperasi.

“Untuk SPDN, nantinya agar nelayan lokal bisa mengakses BBM bersubsidi tanpa harus ke SPBU umum. Setelah pekerjaan fisik semuanya rampung dan beroperasi, baru akan kami usulkan,” Tutup Arif.

Editor: Huzair.zainal

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut