Ketua PENA Sulbar Paparkan Peran Media dan Bahaya Hoaks di Festival Literasi 2026
POLEWALI MANDAR, iNewsPolman.id — Maraknya informasi palsu atau hoaks di media sosial menjadi salah satu perhatian dalam talkshow Festival Literasi Polewali Mandar 2026.
Ketua Perkumpulan Media Sulawesi Barat (PENA Sulbar), Huzair Zainal, mengajak masyarakat lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi.
Huzair menyampaikan hal tersebut saat menjadi pembicara dalam talkshow rangkaian pembukaan Festival Literasi Polewali Mandar 2026, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, langkah sederhana untuk menghindari hoaks adalah tidak terburu-buru mempercayai maupun membagikan informasi yang diterima.
Masyarakat, kata dia, perlu terlebih dahulu memeriksa sumber informasi serta membaca isi berita secara utuh sebelum mengambil kesimpulan.
“Jangan langsung percaya dan jangan langsung membagikan setiap informasi,” kata Huzair.
Ia menilai kebiasaan membaca hanya berdasarkan judul menjadi salah satu persoalan dalam menerima informasi di era digital.
Terlebih, menurutnya, judul yang dibuat secara sensasional dapat membuat pembaca memiliki kesimpulan berbeda setelah membaca isi pemberitaan.
Karena itu, Huzair menekankan pentingnya peran jurnalis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekaligus membantu membangun budaya literasi informasi.
“Jangan lekas percaya dan jangan cepat membagikan informasi, apalagi kalau sumbernya tidak jelas,” ujarnya.
Talkshow tersebut turut menghadirkan sejumlah pembicara, di antaranya Bupati Polewali Mandar H. Samsul Mahmud, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus Perpusnas RI Nani Suryani, Duta Baca Sulbar Ridwan Alimuddin, serta Ketua Dewan Pendidikan Polewali Mandar Zubair.
Dalam kesempatan yang sama, Ridwan Alimuddin mendorong masyarakat untuk memperbanyak dokumentasi mengenai daerah dan budaya lokal. Menurutnya, dokumentasi dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi sekaligus diplomasi budaya.
Sementara itu, Zubair mengusulkan adanya regulasi daerah yang mengatur aspek pendidikan serta mendorong kembali kegiatan cerdas cermat bagi pelajar.
Festival Literasi Polewali Mandar 2026 menjadi ruang untuk membahas berbagai persoalan literasi, termasuk kebiasaan membaca, akses terhadap bahan bacaan, hingga kemampuan masyarakat dalam memilah informasi di tengah derasnya arus informasi digital.
Editor: Huzair.zainal