Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : PENA Sulbar Hadir di Festival Literasi Polman, Tampilkan Perjalanan Peralatan Jurnalistik
Advertisement . Scroll to see content

Dewan Pendidikan Polman Dorong Road Show Literasi, Festival 2026 Jangan Berhenti di Seremoni

Kamis, 17 September 2026 | 18:41 WIB
  • author Basribas
Dewan Pendidikan Polman Dorong Road Show Literasi, Festival 2026 Jangan Berhenti di Seremoni
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, Zubair Baju Putih, bersama Wakil Sekretaris, Muh. Sukri, di Festival Literasi Kabupaten Polewali Mandar 2026 yang digelar di Area Sport Center Polewali Mandar. (Poto : Basribas)

POLEWALI MANDAR, iNewspolman – Dewan Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar mendorong agar Festival Literasi Kabupaten Polewali Mandar 2026 tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal gerakan literasi yang menjangkau kecamatan, desa hingga satuan pendidikan.

Gagasan tersebut disampaikan Wakil Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, Muha. Sukri, dalam momentum Festival Literasi yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Polewali Mandar di Area Sport Center Polewali.

Menurut Sukri, festival literasi harus memiliki keberlanjutan melalui program yang lebih dekat dengan masyarakat. Salah satu gagasan yang didorong adalah Road Show Literasi Kecamatan, dengan melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, sekolah, guru, siswa, pemuda, komunitas literasi serta masyarakat.

“Festival literasi jangan berhenti sebagai sebuah kegiatan. Festival harus menjadi titik awal untuk menyalakan gerakan literasi sampai ke kecamatan, desa dan sekolah,” kata Muha. Sukri.

Ia menjelaskan, Road Show Literasi Kecamatan nantinya dapat menjadi sarana untuk melihat secara langsung kondisi literasi di masing-masing wilayah. Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada budaya membaca, tetapi juga memetakan keberadaan perpustakaan, pojok baca, aktivitas literasi sekolah, komunitas literasi serta potensi lokal yang dapat dikembangkan sebagai sumber pembelajaran.

Dewan Pendidikan juga mendorong keterlibatan berbagai komunitas dan penggiat literasi yang selama ini telah menjalankan kegiatan di tengah masyarakat. Kolaborasi tersebut termasuk dengan Perkumpulan Media Sulawesi Barat (PENA Sulbar) sebagai bagian dari upaya memperluas gerakan literasi.

Kolaborasi dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti dialog literasi, kelas inspirasi, bedah buku, literasi digital, pelatihan penulisan, mendongeng, pameran karya siswa hingga pengembangan literasi berbasis budaya dan potensi ekonomi masyarakat.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Polewali Mandar, Zubair, mengatakan pembangunan budaya literasi tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah. Menurutnya, diperlukan ekosistem yang melibatkan sekolah, keluarga, pemerintah desa, pemerintah kecamatan, komunitas dan masyarakat.

“Budaya literasi tidak mungkin dibangun hanya oleh sekolah. Diperlukan ekosistem yang mempertemukan sekolah, keluarga, desa, pemerintah kecamatan, komunitas dan masyarakat,” ujarnya kepada awak media Festival Literasi di Area Sport Center Polewali Mandar

Ia menyebut setiap kecamatan dapat mengembangkan karakter gerakan literasi sesuai dengan potensi wilayah masing-masing.

Potensi tersebut antara lain pertanian, kakao, budaya Mandar, lingkungan, literasi digital, kewirausahaan hingga ekonomi masyarakat. Pengembangan literasi berbasis potensi lokal dinilai dapat membuat kegiatan literasi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Anak-anak tidak cukup hanya diajak membaca buku. Mereka harus diajak membaca lingkungan, membaca perubahan zaman, membaca potensi daerah dan kemudian mengubah pengetahuan itu menjadi karya,” kata Zubair.

Dalam gagasan pengembangan gerakan literasi tersebut, Dewan Pendidikan menempatkan diri sebagai penghubung antara masyarakat pendidikan, pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

Peran tersebut dapat dilakukan melalui penghimpunan aspirasi, pengkajian persoalan pendidikan, membangun kolaborasi, memantau pelaksanaan program serta memberikan rekomendasi untuk memperkuat kebijakan pendidikan dan literasi di daerah.

Dengan pendekatan tersebut, Festival Literasi Kabupaten Polewali Mandar 2026 diharapkan tidak berhenti setelah seluruh rangkaian kegiatan festival berakhir. Gerakan literasi diharapkan dapat berlanjut dari tingkat kabupaten ke kecamatan, desa, sekolah hingga lingkungan keluarga.

Gagasan tersebut sekaligus memperluas pemaknaan literasi. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, mengenali potensi lingkungan, menghasilkan karya dan mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan.

Semangat tersebut dirangkum dalam gagasan “Dari membaca menuju berkarya, dari berkarya menuju berdaya.”

Melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, komunitas, media dan masyarakat, gerakan literasi diharapkan dapat berkembang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Polewali Mandar secara berkelanjutan. (*bas)

Editor: Huzair.zainal

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut