Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pintu Rumah Tak Tertutup, Tas Berisi Uang Rp10 Juta Digondol Maling
Advertisement . Scroll to see content

Kapolres Polman Tak Ada Toleransi bagi Geng Motor yang Meresahkan

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 00:47 WIB
  • author Huzair zainal
Kapolres Polman Tak Ada Toleransi bagi Geng Motor yang Meresahkan
konferensi pers di Mapolres Polman, Kamis sore (22/10/2026), Zaky menegaskan bahwa aksi kekerasan di jalanan tidak boleh kembali terulang : Foto iNewsPolman

POLEWALI MANDAR, iNewsPolman.id – Kapolres Polewali Mandar, Sulawesi Barat, AKBP Zaky Maghfur menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap aksi geng motor yang melakukan kekerasan dan meresahkan masyarakat. Penindakan tegas akan dilakukan terhadap siapa pun yang terbukti melanggar hukum.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kasus penyerangan yang diduga melibatkan anggota geng motor hingga menewaskan seorang pemuda di Kecamatan Matakali, Polman, pada Minggu (18/10/2026) dini hari.

Dalam konferensi pers di Mapolres Polman, Kamis sore (22/10/2026), Zaky menegaskan bahwa aksi kekerasan di jalanan tidak boleh kembali terulang.

Ia mengingatkan, keberadaan kelompok anak muda tidak seharusnya menjadi sumber ketakutan bagi masyarakat, terlebih jika disertai penggunaan senjata tajam, ancaman, maupun tindakan kekerasan.

“Anak-anak muda di Polewali Mandar seharusnya berprestasi. Mari jadikan Polewali Mandar daerah dengan pemuda-pemuda yang berprestasi, bukan dengan geng-gengan yang meresahkan masyarakat. Keren itu bukan dengan geng-gengan. Keren itu dengan prestasi,” tegas Zaky.

Polisi Tingkatkan Patroli dan Penindakan

Kapolres mengatakan jajarannya terus melakukan patroli, khususnya pada malam hari yang dinilai rawan terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Namun, aktivitas kelompok geng motor yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi menjadi salah satu tantangan bagi petugas dalam melakukan pencegahan.

Polres Polman memastikan akan terus menelusuri dan menindak pihak-pihak yang terlibat dalam tindak kekerasan berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang diperoleh.

Zaky juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga keamanan lingkungan, termasuk mengawasi pergaulan anak-anak dan anggota keluarga agar tidak terjerumus dalam aktivitas yang melanggar hukum.

Menurutnya, pengawasan keluarga, edukasi, serta pembinaan terhadap generasi muda menjadi bagian penting untuk mencegah terulangnya aksi serupa.

Kasus Penyerangan Berujung Maut

Kasus yang menjadi perhatian tersebut terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Tonrolima, Kecamatan Matakali, Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 01.50 WITA.

Dua pemuda yang berboncengan sepeda motor, masing-masing berinisial HU (18) dan RA (21), diduga menjadi korban pengejaran dan kekerasan oleh sekelompok pengendara motor yang tengah berkonvoi.

Akibat kejadian itu, HU mengalami luka serius hingga meninggal dunia, sedangkan RA mengalami patah tulang pada bagian kaki.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan untuk mengungkap peran masing-masing pihak yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius aparat kepolisian sekaligus pengingat bahwa aksi kekerasan di jalan raya dapat berujung fatal dan mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya.

Polres Polman mengimbau masyarakat agar segera melaporkan aktivitas mencurigakan maupun tindakan yang berpotensi mengganggu keamanan, sehingga dapat ditangani sebelum menimbulkan korban.

Editor: Huzair.zainal

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut