Nelayan Bagang Tak Bisa Melaut karena Tak Dapat Solar, Warga Terancam Kena Imbas Harga Ikan
POLEWALI MANDAR, iNewsPolman.id — Sejumlah nelayan bagang di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengeluhkan sulitnya mendapatkan solar untuk kebutuhan melaut.
Di kawasan Bagan Ujung, Kelurahan Polewali, tiga bagang dan satu kapal bagang rambo disebut tidak beroperasi selama tiga hari karena kehabisan solar.
Wahab Abdi, nelayan sekaligus penanggung jawab bagang, mengatakan kebutuhan solar untuk satu kali operasi bisa mencapai 90 liter dalam semalam.


Namun, nelayan mengaku kesulitan membeli solar di SPBU karena pengisian menggunakan jeriken tidak dilayani.
"Kami tidak mungkin membawa mesin kapal ke SPBU. Kebutuhan operasional mencapai 90 liter dalam semalam," ujar Wahab.
Nelayan berharap ada solusi dan mekanisme khusus agar mereka tetap dapat memperoleh solar secara resmi untuk kebutuhan melaut.
Mereka juga menyoroti dugaan adanya dugaan pembelian solar dalam jumlah besar menggunakan kendaraan roda empat atau kendaraan truk yang dengan mudah dapat bolak balik di SPBU untuk melakukan pengisian solar. Nelayan meminta pengawasan distribusi BBM lebih tepat sasaran.
Keluhan serupa dirasakan nelayan di Tonyaman dan sejumlah wilayah pesisir lainnya.
Terhentinya kapal bagang dikhawatirkan mengurangi pasokan ikan ke pasar tradisional. Jika berlangsung lama, kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga ikan dan merugikan masyarakat.
Nelayan mendesak pemerintah dan pihak terkait segera memastikan ketersediaan solar bagi nelayan sekaligus memperketat pengawasan agar BBM bersubsidi tidak disalahgunakan.
Bagi nelayan, persoalan ini sederhana: mereka membutuhkan solar untuk melaut, sementara masyarakat membutuhkan ikan dengan harga terjangkau.
Editor : Huzair.zainal