get app
inews
Aa Text
Read Next : Penganiayaan Bersajam di Wonomulyo, Korban Pelajar Alami Luka Tebas di Lengan

Tangis Keluarga Pecah, Dua Bocah Korban Tenggelam di Polewali Mandar Ditemukan Tim SAR Gabungan

Minggu, 07 Juni 2026 | 18:58 WIB
header img
Detik detik saat tim SAR gabungan mengevakuasi korban bocah tenggelam di sungai Maloso: Foto Korps Brimob Polman

POLEWALI MANDAR,iNewsPolman.id – Operasi pencarian tragedi korban yang tenggelam di Sungai Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, akhirnya berakhir setelah tim SAR gabungan berhasil menemukan dua korban terakhir pada Minggu ( 07/06/2026).

Penemuan tersebut sekaligus menutup operasi pencarian yang telah berlangsung selama tiga hari sejak peristiwa nahas itu terjadi. Seluruh korban yang sebelumnya dilaporkan hilang kini telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban kedua yang ditemukan adalah Humairah (7). Tim SAR menemukan jasad korban mengambang di sekitar tumpukan kayu di pinggiran Sungai Maloso. Beberapa jam kemudian, korban terakhir bernama Dermawan (6) juga berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan Humairah.

Sebelumnya, pada hari pertama pencarian, tim SAR gabungan menemukan korban pertama, Fausiah Rafifa (6), sekitar satu jam setelah insiden tenggelam terjadi.

Suasana haru dan duka menyelimuti lokasi pencarian saat proses evakuasi berlangsung. Tangis keluarga pecah ketika jenazah para korban dibawa menuju rumah duka untuk disemayamkan di Desa Katumbangan Barat, Kecamatan Campalagian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelima anak tersebut merupakan tetangga yang sehari-hari kerap bermain dan berenang bersama di sekitar sungai.

Peristiwa tragis itu bermula saat lima bocah berenang di Sungai Maloso yang dikenal sebagai salah satu sungai terbesar di Kabupaten Polewali Mandar. Saat berada di tengah sungai, tiga anak diduga kelelahan dan tidak mampu kembali ke tepian sehingga terseret arus dan tenggelam.

Sementara itu, dua anak lainnya berhasil menyelamatkan diri dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga setempat yang kemudian meneruskannya kepada pihak berwenang.

Operasi pencarian melibatkan ratusan personel tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Tagana, relawan, serta masyarakat sekitar.

Adapun dua anak yang berhasil selamat masing-masing bernama Fatimah (6) dan Zakia (6). Sedangkan tiga korban meninggal dunia diketahui bernama Fausiah Rafifa (6), Humairah (7), dan Dermawan (6).

Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama pada musim dengan debit air yang tinggi dan arus yang deras.

Editor : Huzair.zainal

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut