get app
inews
Aa Text
Read Next : Warga Binuang Geger, Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah

Memilukan! Remaja 20 Tahun Ini Hanya Bisa Terbaring, Kulit Mengelupas Seluruh Tubuh

Senin, 20 April 2026 | 16:27 WIB
header img
Kondisi Muh Zulkifli 20 tahun. Remaja menderita Penyakit kulit kronis hidup memperihatinkan: Foto iNewsPolman.id

POLEWALI MANDAR, iNewsPolman.id— Seorang remaja berusia 20 tahun warga Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengalami penyakit kulit kronis yang membuat kondisi tubuhnya kian memprihatinkan.

Remaja bernama Muh Zulkifli itu telah bertahun-tahun menderita sakit kulit yang menyebabkan tubuhnya kurus kering. Ironisnya, hampir seluruh kulit tubuhnya mengelupas, menimbulkan rasa perih yang tak tertahankan.

Sehari-hari, Zulkifli hanya bisa terbaring lemah di dalam kamar sempit berukuran sekitar 2x2 meter yang disekat tripleks usang. Kondisi tersebut memaksanya harus putus sekolah karena tak mampu lagi beraktivitas seperti remaja seusianya.

Rasa sakit yang menjalar ke seluruh tubuh kerap membuatnya menangis bahkan meronta kesakitan. Kulit yang terus mengelupas dari bagian badan hingga kaki memperparah penderitaan yang dialaminya.

Zulkifli merupakan anak kedelapan dari 12 bersaudara. Ia dirawat oleh ibunya, Salbia (52), seorang ibu tunggal yang dengan sabar merawat putranya seorang diri selama kurang lebih tiga tahun terakhir.

Salbia bahkan menumpang di rumah milik anaknya saat ini di Dusun Bulubawang, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali bertahun tahun lamanya demi memudahkan dalam perawatan putranya tersebut.

Dengan mata berkaca-kaca, Salbia menceritakan perjuangan hidupnya. Selain merawat Zulkifli, ia juga harus menghidupi anak-anaknya yang masih kecil.

“Berat sekali menjalani kehidupan ini. Saya harus menjadi tulang punggung keluarga sekaligus merawat anak yang sakit,” ujarnya lirih.

Menurut Salbia, penyakit yang diderita Zulkifli bermula beberapa tahun lalu setelah ia digigit anjing. Saat itu, Zulkifli sempat mendapatkan vaksin rabies, namun hanya tiga kali suntikan dari seharusnya lima kali, karena keterbatasan biaya.

Ia mengaku, pada saat itu vaksin harus dibeli secara mandiri dengan biaya lebih dari Rp130 ribu per suntikan, sehingga tidak mampu menyelesaikan seluruh tahapan vaksinasi.
Sejak kejadian tersebut, kondisi kesehatan Zulkifli mulai menurun. 

Awalnya muncul ruam merah disertai rasa gatal, yang kemudian berkembang menjadi penyakit kulit serius hingga menyebabkan kulitnya tampak seperti terbakar dan terus mengelupas.

Selama tiga tahun terakhir, kondisi itu membuat tubuhnya semakin kurus dan lemah. Setiap hari ia harus menahan rasa perih luar biasa yang terkadang membuatnya berteriak histeris.

Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan. Sang ibu beberapa kali membawa Zulkifli ke rumah sakit, namun hingga kini penyakit yang dideritanya belum juga sembuh.

Kini, Zulkifli dan keluarganya hanya bisa berharap adanya bantuan dari pemerintah maupun para dermawan untuk membantu biaya pengobatan, agar ia bisa mendapatkan perawatan yang layak dan memiliki harapan untuk sembuh.

Editor : Huzair.zainal

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut