get app
inews
Aa Text
Read Next : Warga Binuang Geger, Pria Lansia Ditemukan Meninggal Membusuk di Dalam Rumah

Kebakaran Lahan di Perbukitan Papandangan Anreapi Hanguskan 2 Hektare Kebun Warga

Selasa, 14 April 2026 | 20:45 WIB
header img
Kebakaran lahan di Desa Papandangan, Kecamatan Anreapi : Foto iNewsPolman.id

POLEWALI MANDAR, iNewsPolman.id — Kebakaran hebat melanda lahan perkebunan milik warga di pegunungan Desa Papandangan, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada Selasa sore. Peristiwa ini menghanguskan sekitar dua hektare kebun yang ditanami berbagai komoditas seperti bambu, kakao, dan cengkeh.

Kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pemilik kebun yang membersihkan lahan dengan cara membakar rumput. Namun, kobaran api dengan cepat membesar dan tidak terkendali akibat cuaca panas serta tiupan angin kencang, hingga merambat ke lahan lain di sekitarnya.

Api yang terus meluas dan mendekati area perkebunan lain bahkan sempat mengancam permukiman warga. Puluhan warga bersama petugas pemadam kebakaran dan personel kepolisian langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Medan yang sulit menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan. Untuk mencapai titik api, warga dan petugas harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 800 meter dari permukiman. Proses pemadaman dilakukan secara manual menggunakan ranting pohon dan tangki semprot, lantaran armada mobil pemadam tidak dapat menjangkau lokasi di puncak perbukitan.

Upaya pemadaman berlangsung selama kurang lebih tiga jam. Meski dihadapkan pada kondisi medan yang terjal, warga dan petugas akhirnya berhasil mengendalikan api agar tidak meluas lebih jauh.

Kepala UPTD Damkar dan Penyelamatan Polewali Mandar, Imran, menyebutkan bahwa faktor kemarau dan angin kencang menjadi penyebab utama cepatnya penyebaran api.

“Awalnya dari pembakaran lahan oleh pemilik kebun, namun karena kondisi kering dan angin kencang, api dengan cepat membesar dan meluas hingga membakar berbagai tanaman,” ujarnya.

Meski api telah berhasil dipadamkan, hingga kini warga bersama petugas masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api, mengingat angin masih bertiup cukup kencang menjelang malam hari.

Editor : Huzair.zainal

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut