Ribuan BPJS Warga Miskin Dinonaktifkan, Mahasiswa PMII Polman Turun ke Jalan Gelar Aksi
POLEWALI MANDAR, iNewsPolman.id – Hujan yang mengguyur wilayah Polewali Mandar tidak menyurutkan langkah puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk turun ke jalan. Mereka menggelar aksi unjuk rasa memprotes penonaktifan ribuan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar.
Aksi yang berlangsung di ruas Jalan Trans Sulawesi itu menarik perhatian pengguna jalan. Di tengah hujan, para mahasiswa tetap bertahan menyampaikan orasi dan membentangkan spanduk tuntutan agar pemerintah daerah bersama DPRD Polewali Mandar memberikan penjelasan terbuka sekaligus solusi atas persoalan tersebut.
Massa aksi menilai penonaktifan kepesertaan BPJS, khususnya pada kategori Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), berpotensi menghambat akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu yang selama ini bergantung pada program jaminan kesehatan pemerintah.
Salah satu orator aksi, Dani, menyebutkan penonaktifan kepesertaan BPJS PBI JK tidak hanya terjadi di daerah, tetapi juga secara nasional. Ia mengungkapkan, pada Januari lalu pemerintah menonaktifkan sekitar 11 juta kepesertaan BPJS PBI JK di seluruh Indonesia.
“Untuk Kabupaten Polewali Mandar sendiri terdapat sekitar 12 ribu kepesertaan BPJS PBI JK yang dinonaktifkan. Angka ini tentu sangat berdampak bagi masyarakat yang masih berada dalam kategori miskin,” ujarnya saat berorasi.

Ia juga mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 yang mencatat jumlah penduduk miskin di Indonesia mencapai sekitar 23,36 juta jiwa. Menurutnya, kebijakan penonaktifan kepesertaan BPJS dapat memperbesar risiko masyarakat rentan kehilangan akses terhadap layanan kesehatan.
Setelah berorasi di Jalan Trans Sulawesi, massa aksi kemudian bergerak menuju Gedung DPRD Polewali Mandar untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada para wakil rakyat.
Namun Ketua DPRD Polewali Mandar, Fahry Fadly, tidak dapat menemui massa secara langsung dan menyapa peserta aksi melalui sambungan video call. Dalam dialog tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
“Saya mengapresiasi adik-adik mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Persoalan ini tentu menjadi perhatian serius bagi DPRD Polewali Mandar,” ujar Fahry dalam dialog virtual, Senin (16/3/2026).
Fahry juga menegaskan pihaknya akan menindaklanjuti tuntutan mahasiswa dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait yang menangani program jaminan kesehatan. Ia menyebut pembahasan lebih lanjut akan dilakukan setelah masa libur Hari Raya Idulfitri.
“Insya Allah sekitar satu minggu setelah Lebaran kami akan menindaklanjuti persoalan ini secara serius agar dapat ditemukan solusi terbaik bagi masyarakat,” katanya.
Setelah mendengar komitmen tersebut, massa aksi akhirnya membubarkan diri secara tertib. Aksi berlangsung aman dengan pengawalan aparat keamanan yang berjaga selama kegiatan berlangsung.
Aksi mahasiswa ini menjadi pengingat bahwa akses terhadap layanan kesehatan masih menjadi isu penting bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Kini publik menanti langkah konkret pemerintah daerah dan DPRD Polewali Mandar agar kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.
Editor : Huzair.zainal