Cipayung Plus Polman Soroti Pengelolaan Limbah Dapur MBG di Samping Gedung DPRD
POLEWALI MANDAR,iNewsPolman.id — Cipayung Plus Polewali Mandar menyoroti persoalan pengelolaan limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditemukan mengalir dan tergenang di sepanjang selokan sekitar Gedung DPRD Kabupaten Polewali Mandar. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius guna mencegah potensi dampak lingkungan.
Dapur MBG yang berlokasi di Kelurahan Takatidung II diketahui berdampingan langsung dengan Kantor DPRD Polman. Berdasarkan pengamatan di lapangan, limbah cair hasil aktivitas dapur terlihat mengalir ke saluran umum, menimbulkan genangan serta bau tak sedap yang berpotensi mengganggu kenyamanan lingkungan sekitar.
Cipayung Plus Polman menilai persoalan ini perlu segera dievaluasi, terutama karena belum terlihat adanya sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) pada dapur MBG tersebut. Limbah cair dapur diduga langsung dibuang ke selokan tanpa melalui proses pengolahan sebagaimana standar pengelolaan limbah domestik.
Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Polman, yakni HMI, PMII, GMNI, dan KAMMI, menegaskan bahwa Program MBG merupakan program strategis nasional yang memiliki tujuan mulia dalam pemenuhan gizi masyarakat, sehingga pelaksanaannya perlu sejalan dengan ketentuan lingkungan hidup.
“Program MBG harus dijalankan secara tertib dan sesuai regulasi. Aspek pengelolaan limbah tidak boleh diabaikan agar tidak menimbulkan dampak lingkungan,” ujar Jenderal Lapangan Cipayung Plus Polman, Iqbal.
Ia menambahkan, pengelolaan limbah dapur seharusnya mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 68 Tahun 2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik, yang mewajibkan setiap kegiatan yang menghasilkan limbah cair untuk mengelolanya sesuai standar, termasuk penyediaan IPAL.
Cipayung Plus Polman juga berharap DPRD Polman dapat mengambil peran dalam mendorong evaluasi dan perbaikan pengelolaan limbah dapur MBG, sebagai bagian dari fungsi pengawasan terhadap kegiatan yang berdampak pada kepentingan publik.
Adapun sejumlah langkah yang didorong Cipayung Plus Polman antara lain:
1 Evaluasi dan penertiban pengelolaan limbah dapur MBG agar sesuai standar lingkungan.
2 Pembersihan dan normalisasi selokan di sekitar Gedung DPRD Polman yang terdampak limbah.
3 Penguatan fungsi pengawasan guna menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Pengawasan yang konsisten diharapkan dapat memastikan program berjalan optimal, berkelanjutan, serta tetap memperhatikan aspek perlindungan lingkungan,” tutup Iqbal.
Editor : Huzair.zainal