get app
inews
Aa Read Next : Anggaran KPU Minim Dari Pemda, Pelaksanaan Pilkada Mamasa Terancam Tertunda

Hari Kedua Aksi Mogok Guru di Mamasa, Duduki Kantor Keuangan

Rabu, 17 Januari 2024 | 17:43 WIB
header img
Sejumlah guru di Kabupaten Mamasa mogok mengajar akibat dana sertifikasi dan tamsil mereka tidak dibayarkan pemda, Kamis (19/1/2024).

MAMASA, iNewsPolman.id - Sudah dua hari sejumlah guru di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat mogok mengajar selain itu mereka juga menduduki kantor keuangan lantaran kesal pemerintah daerah belum melunasi tunjangan sertifikasi dan tambahan penghasilan untuk triwulan 4 pada tahun 2023 lalu.

Mereka memasang tenda dan spanduk yang berisi tuntutan mereka di halaman Kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKAD). Mereka mendesak penyelesaian pembayaran dana sertifikasi dan tamsil para guru yang belum dibayarkan.

"Jadi hari kedua ini, tetap sekolah tutup karena belum ada realiasi sesuai tuntutan kami, walaupun saat ini sudah ada pembayaran masuk ke rekening sejumlah guru tapi yang dibayarkan hanya satu bulan sementara tuntutan kami 3 bulan atau triwulan 4,"ungkap Jemi, salah satu guru kepada wartawan Rabu, (17/1/2024) siang tadi.

Mereka mengancam akan terus melakukan aksi mogok jika dana sertifikasi dan tamsil para guru ini tidak dibayarkan sepenuhnya. 

Selain itu mereka juga meminta agar Pj Bupati Mamasa dan semua pihak terkait termasuk DPRD menemui para guru dan berdialog mengenai tuntutan mereka.

"Supaya tidak berlama-lama kami mogok silakan undang kami secara hormat untuk bertemu berdiskusi agar ke depan tidak terjadi lagi hal seperti ini, dan kami berharap semua pihak terkait hadir mulai dari DPRD, dinas pendidikan, keuangan Sekda dan juga Pj bupati,"pinta Jemi.

Sementara berdasarkan keterangan Kepala BPKAD Kabupaten Mamasa Herry Kurniawan, dana sertifikasi guru untuk triwulan 4 sudah lebih dari setengah dibayarkan pemerintah daerah begitupun tamsil.

"Untuk triwulan ke 4 total dana sertifikasi itu 14,9 miliar, itu kami sudah bayarkan 7,3 miliar termasuk tamsil tinggal sisanya 7,6 miliar akan kami bayarkan sesegera mungkin," Kata Kepala BPKAD Mamasa.

Menurutnya kendala atau tertundanya pembayaran tamsil dan sertifikasi guru di Mamasa lantaran kondisi keuangan daerah mengalami defisit. Sehingga ada pembayaran 2023 menyebrang ke tahun 2024.

Editor : Huzair.zainal

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut