get app
inews
Aa Text
Read Next : BBM Melimpah, Akses Masyarakat Tetap Sulit: Siapa Bermain di Balik Melemahnya Pengawasan?

Spekulasi Harga BBM di Polman Meroket, Polisi Siap Bertindak Tegas

Rabu, 01 April 2026 | 04:51 WIB
header img
Bensin Eceran Tembus Rp30.000/Liter, Kepolisian Perketat Pengawasan di setiap SPBU Polman (Foto : Basribas)

POLEWALI MANDAR, iNewspolman.id – Di tengah antrean kendaraan yang kian mengular dan lonjakan harga BBM eceran yang meresahkan, aparat kepolisian bergerak cepat. Langkah tegas ini menjadi sinyal kuat bahwa praktik penimbunan dan permainan harga tidak akan diberi ruang di Polewali Mandar.

Pengawasan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) mulai diperketat sejak Selasa (31/03/2026).

Langkah ini diambil sebagai respons atas keresahan masyarakat serta beredarnya isu kenaikan harga BBM yang hingga kini belum memiliki pengumuman resmi dari pemerintah.

Kapolres Polman, AKBP Anjar Purwoko, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan personel untuk melakukan pemantauan langsung di lapangan.

Pengamanan dilakukan secara terbuka guna memastikan distribusi BBM berjalan normal dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.

“Kami terus melakukan pengawasan di seluruh SPBU di wilayah Polman. Selain itu, kami juga meningkatkan inspeksi, termasuk terhadap penjual BBM eceran. Jika ditemukan adanya praktik penimbunan atau penjualan dengan harga tidak wajar, akan kami tindak tegas,” ujarnya.

Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga stabilitas distribusi energi sekaligus melindungi masyarakat dari potensi kerugian akibat ulah spekulan. Kepolisian juga mengingatkan agar masyarakat tidak terpancing isu yang belum jelas kebenarannya.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Sampai saat ini, belum ada kebijakan resmi pemerintah terkait kenaikan harga BBM,” tambahnya.

Di sisi lain, kondisi di lapangan menunjukkan tekanan yang dirasakan masyarakat cukup nyata. Sejumlah warga mengaku harus mengantre dalam waktu lama hanya untuk mendapatkan BBM. Bahkan, di tingkat pengecer, harga bensin dilaporkan melonjak tajam hingga mencapai Rp25.000 sampai Rp30.000 per liter.

Situasi ini dinilai memberatkan, terutama bagi masyarakat yang bergantung pada BBM untuk aktivitas sehari-hari di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.

Merespons hal tersebut, kepolisian membuka ruang partisipasi publik dengan meminta masyarakat aktif melapor jika menemukan indikasi pelanggaran dalam distribusi BBM.

“Jika ada dugaan penimbunan atau praktik penjualan yang tidak sesuai aturan, segera laporkan kepada kami. Setiap laporan akan kami tindaklanjuti secara serius,” tegas Kapolres.

Dengan pengawasan yang semakin intensif, diharapkan distribusi BBM di Polewali Mandar dapat kembali stabil dan tidak dimanfaatkan oleh oknum yang mencari keuntungan sepihak.

Fenomena antrean panjang di SPBU serta melambungnya harga BBM eceran menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Diperlukan sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat untuk menjaga distribusi tetap adil dan merata.

Transparansi informasi serta pengawasan ketat menjadi kunci agar krisis tidak semakin meluas dan kepercayaan publik tetap terjaga.

Editor : Huzair.zainal

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut