Akibat Angin Kencang,Pohon Raksasa Berusia 150 Tahun Tumbang Merusak Puluhan Makam

Huzair Zainal
.
Selasa, 04 Oktober 2022 | 15:57 WIB
Penampakan Pohon Raksasa Berusia 150 Tahun Ambruk dan Menimpah Puluhan Makam.Jalan Pangiu,Lingkungan Gaspol,Kel Polewali.(04/10/2022)

POLEWALI MANDAR,iNewsPolman.id-Angin kencang disertai hujan deras menyebabkan sebuah pohon berusia 150 tahun tumbang dan menimpah puluhan makam di lokasi pekuburan, Lingkungan Gaspol,Kelurahan Polewali Kecamatan Polewali,Kabupaten Polewali Mandar.

Pohon mangga berukuran besar yang selama ini berdiri kokoh di tengah lokasi pekuburan lebih dari 150 tahun akhirnya tumbang usai diterjang angin kencang dan hujan deras pada Senin sore kemarin,(03/10/2022).

Kondisi terakhir dari pantauan INewsPolman.id, selasa siang, dimana pohon jenis mangga tersebut tumbang dan menimpah puluhan makam yang ada disekitarnya.

Salah satu saksi mata,Ambali," kondisi kemarin memang angin kencang dan hujan sangat deras,pohon yang kondisinya sebagian telah lapuk di makan usia ini tiba tiba saja tumbang.

Lanjutnya, dimana ada sekitar lebih dari 70 makam yang rusak akibat tertimpa pohon raksasa ini,kerusakan makam kebanyakan nisan patah dan paling parah pagar besi makam banyak yang hancur," katanya sembari menunjuk ke arah lokasi yang dimaksud.

Usai kabar pohon besar tumbang tersebut menyebar, sejumlah warga yang juga keluarganya di makamkan di lokasi ini pun berdatangan untuk sekedar ingin mengetahui kondisi makam keluarganya apakah juga rusak.

Salah satunya ,Rusman,"dia mengaku jika keluarga besarnya banyak dimakamkan di lokasi ini dan hampir semuanya rusak akibat tertumpah pohon yang ambruk tersebut,dimana menurutnya terdapat 30 makam keluarganya.

Hingga berita ini dibuat, petugas dari dinas DLHK lingkungan hidup ,Polewali Mandar masih terus berusaha untuk membersihkan lokasi dengan cara memotong satu persatu tangkai pohon.

Sayangnya ukuran pohon yang sangat besar ini membuat proses pembersihan menggunakan mesin pemotong kayu atau senso ini akan memakan waktu cukup lama,bisa berhari hari.

Beruntung tak ada satupun rumah warga yang tertimpah meski lokasi pekuburan berasa ditengah perkampungan padat Penduduk.

Editor : Huzair.zainal
Bagikan Artikel Ini