Aksi Unjuk Rasa HMI Tuntut Kepala Puskesmas Dicopot, Pasca Viral Jenazah Ditandu

Huzair Zainal
.
Selasa, 20 September 2022 | 15:08 WIB
Massa HMI Demo, Didepan Kantor Dinas Kesehatan.

POLEWALI MANDAR,iNewsPolman.id-kecam peristiwa viral jenazah yang ditandu,aksi unjuk rasa mahasiswa Islam Indonesia (HMI) digelar di depan kantor dinas kesehatan Polewali Mandar Selasa pagi (20/09/2022).

Selain membentangkan spanduk bertuliskan copot kepala Puskesmas ,massa juga melakukan aksi di ruas jalan hingga kemacetan panjang sempat terjadi.

Dalam aksinya HMI meminta dinas kesehatan untuk mencopot kepala puskesmas yang dianggap lalai dan menjalankan tugasnya dan mengabaikan rasa kemanusiaan dalam melakukan pelayanan pada masryakat.

Dimana diketahui, kejadian miris jenazah ditandu hingga viral di media sosial dan manjadi pemberitaan utama media massa,dimana  pihak puskesmas menolak permintaan keluarga pasien untuk membawa jenazah kerumah duka pada hari Minggu sore (18/09/2022).

Saat ditemui awak media,Sekertaris Dinas Kesehatan. DR. Drg. Sriharni, MARS," bahwa apa yang dilakukan pihak puskesmas sesuai dengan aturan  ,dia menjelaskan lagi pada saat insiden terjadi memang ambulance saat itu digunakan untuk membawa pasien rujukan ke rumah sakit,sedangkan ambulance yang satu dalam kondisi rusak .

Pihak dinas kesehatan juga merasa Tdk salah dalam hal ini ,apalagi pihak puskemas saat itu juga berusaha keras untuk mencari ambulance milik relawan atau pun mobil yang bisa digunakan membawa jenazah tersebut,sayangnya keluarga almarhum tidak sabaran.

Usai menyampaikan orasinya ,massa dari mahasiswa himpunan Islam Indonesia (HMI) melanjutkan dialog dengan pihak dinas kesehatan dan juga hadir pihak puskesmas Campalagian ,diantaranya Kepala puskesmas Hj. Ramlah.

Sayangnya dalam pertemuan ini kedua belah pihak tidak menemukan kesepakatan ,terlebih lagi kepala dinas kesehatan Suaib Nawawi tidak berada di tempat ,massa kemudian meninggalkan ruangan aula dan berjanji akan kembali menggelar unjuk rasa yang lebih besar.

Diketahui kejadian pada minggu sore lalu viral di media sosial, kritikan keras dari netizen dan masyarakat di layangkan ke pihak puskesmas yang dianggap tidak peka,dalam hal ini membiarkan warga harus menandu jenazah almarhum bernama , Darwin 72 tahun,warga Desa Laliko, Kecamatan Campalagian dengan jarak tempuh kurang lebih 5 kilometer tidak manusiawi.

Editor : Huzair.zainal
Bagikan Artikel Ini