Padi Mengering Sebelum Berbuah, Ratusan Hektare Sawah di Polman Gagal Panen

Huzair zainal
Kondisi padi milik petani di Desa Barumnung yang mengering akibat kemarau hingga gagal panen: Foto iNewsPolman

POLEWALI MANDAR, iNewsPolman.id — Musim kemarau panjang membuat ratusan hektare tanaman padi milik petani di Desa Barumbung, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, gagal panen.

Tanaman padi yang seharusnya memasuki masa panen pada September 2026 justru mengering sebelum menghasilkan bulir. Kondisi tersebut terjadi setelah lahan pertanian kekurangan pasokan air selama beberapa bulan terakhir.

Pantauan di lokasi menunjukkan sebagian area persawahan mengalami kekeringan. Tanah terlihat retak, sementara tanaman padi tampak layu dan mati.

Petani setempat, Aling, mengatakan mereka tidak dapat berbuat banyak menghadapi kondisi tersebut. Modal yang telah dikeluarkan untuk membeli bibit, pupuk, hingga biaya perawatan terancam tidak kembali.

"Kami tidak bisa berbuat banyak. Padi yang harusnya dipanen bulan ini malah kering duluan sebelum berbuah," ujar Aling, Kamis (24/9/2026).

Menurut petani, persoalan kekeringan semakin parah karena sebagian besar lahan di Desa Barumbung masih mengandalkan air hujan. Ketika kemarau berlangsung panjang, pasokan air untuk sawah praktis terhenti.

Sebagian kecil petani memang masih dapat memanen sisa tanaman yang bertahan. Namun, hasilnya jauh menurun sehingga tidak sebanding dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan.

Kondisi ini disebut warga bukan kali pertama terjadi. Setiap kemarau panjang, petani kembali menghadapi ancaman gagal panen akibat terbatasnya sumber air.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar dan instansi terkait segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan tersebut, baik melalui pembangunan jaringan irigasi maupun penyediaan sarana pendukung seperti sumur bor dan pompa air.

Mereka menilai ketersediaan infrastruktur pengairan menjadi kebutuhan mendesak agar lahan pertanian di wilayah tersebut tidak terus bergantung pada curah hujan dan petani tidak kembali mengalami kerugian setiap musim kemarau.

Editor : Huzair.zainal

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network