PLN Berharap Hujan Deras di Poso
Selain pemulihan pembangkit di Jeneponto, PLN juga masih mengandalkan kondisi PLTA di Poso, Sulawesi Tengah. Pembangkit di wilayah tersebut memiliki kontribusi besar terhadap sistem kelistrikan Sulbagsel.
Pimpred iNewsPolman Huzair Zainal ,saat berbincang dengan Kepala ULP PLN Polman.
Menurut Ayu, hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Poso sangat dibutuhkan untuk meningkatkan debit air sehingga produksi listrik dan cadangan daya dapat kembali meningkat.
“Yang diharapkan hujannya di Poso. Di sana yang cukup deras supaya debit air meningkat,” ujarnya.
PLN juga mengoperasikan sejumlah pembangkit untuk menjaga pasokan listrik. Salah satunya pembangkit di Poso yang menghasilkan sekitar 25 MW.
Sejumlah PLTD juga sempat dioperasikan sebagai langkah untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik. Namun, pengoperasiannya belum maksimal karena terkendala ketersediaan bahan bakar minyak (BBM).
Belum Ada Kepastian Kapan Pemadaman Berakhir
Terkait kapan pemadaman listrik bergilir akan sepenuhnya dihentikan, PLN belum dapat memastikan waktunya.
Ayu mengatakan pemulihan sistem sangat bergantung pada kesiapan pembangkit serta kondisi cuaca yang berpengaruh terhadap debit air PLTA.
PLN juga tidak ingin memberikan estimasi waktu yang terlalu pasti karena kondisi cuaca sulit diprediksi.
“Takut menyampaikan estimasi karena cuaca. Kita tidak tahu dan takut meleset dari perkiraan. Kita doakan saja semoga semuanya bisa segera selesai,” tuturnya.
PLN memastikan terus melakukan berbagai langkah untuk memulihkan sistem kelistrikan Sulbagsel, termasuk mengoptimalkan pembangkit yang telah selesai menjalani pemeliharaan serta melakukan pengaturan beban secara bertahap.
PLN berharap pemulihan pembangkit dan meningkatnya debit air PLTA dapat memperkuat cadangan daya sehingga sistem kelistrikan kembali normal dan pemadaman bergilir di wilayah Sulselbartra dapat segera dihentikan.
Editor : Huzair.zainal
Artikel Terkait
