Antisipasi Karhutla, Kapolres Polman Cek Kesiapan Personel dan Peralatan

Huzair zainal
kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Polewali Mandar : Foto Humas Polres polman

POLEWALI MANDAR,iNewsPolman.id -

Kepolisian Resor Polewali Mandar bersama TNI dan sejumlah stakeholder memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Kesiapsiagaan tersebut ditandai dengan pelaksanaan apel gabungan di Makodim 1402/Polewali Mandar, Jalan Mr. Muh. Yamin, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali, Jumat (28/8/2026) pagi.

Apel dipimpin Andi Mahadiana Djabbar yang mewakili Bupati Polewali Mandar. Kegiatan turut dihadiri Kapolres Polewali Mandar Zaky Magfur, Dandim 1402/Polewali Mandar Ikhwan, Danyon TP 917 Fadi Virmushano, Kabag Ops Polres Polman Suparman, perwakilan Brimob Kompi IV Yon A Pelopor, Danposal, Kepala BPBD Polewali Mandar Andi Candra Sigit, Tagana serta Kepala UPTD Damkar Polewali Mandar.

Peserta apel terdiri dari personel gabungan TNI, Polri, TNI AL, Brimob, BPBD, UPTD Damkar, para camat se-Kabupaten Polewali Mandar hingga perwakilan PLN.

Andi Mahadiana mengatakan, penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Menurutnya, pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat harus bergerak bersama untuk mencegah kebakaran sejak dini.

“Tujuan apel siaga Karhutla ini adalah untuk mensinergikan seluruh elemen masyarakat, pemerintah, TNI dan Polri dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran di wilayah Kabupaten Polewali Mandar. Sejak dini kita harus melakukan mitigasi, salah satunya melalui sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut berdasarkan data BMKG dan BPBD, Polewali Mandar saat ini menghadapi musim kemarau panjang. Sejumlah wilayah yang dinilai rawan Karhutla antara lain Kecamatan Campalagian, Binuang, Wonomulyo dan Mapilli.

Menurutnya, sejumlah kasus kebakaran selama ini dipicu aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar serta kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan.

“Karhutla bukan hanya merusak hutan, tetapi juga berdampak terhadap kesehatan, seperti ISPA, mengganggu penerbangan, merusak perekonomian petani dan bahkan dapat berimplikasi pidana,” tegasnya.

Dalam apel tersebut, seluruh personel diminta meningkatkan kesiapsiagaan selama 24 jam. Selain personel, seluruh peralatan penanggulangan kebakaran juga diminta dipastikan dalam kondisi siap digunakan, termasuk pompa punggung, kendaraan pemadam dan berbagai sarana pendukung lainnya.

“Kesiapsiagaan hari ini adalah bukti bahwa kita serius. Jangan sampai Polman diselimuti asap seperti daerah lain. Saya minta semua sektor berjalan sinergi. Satu api kecil bisa membakar satu desa. Mari kita jaga Polman tetap hijau, aman dan sehat,” pesannya.

Setelah apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan personel, peralatan serta kendaraan yang akan digunakan dalam penanganan Karhutla.

Petugas juga menggelar simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan untuk memastikan kesiapan seluruh unsur apabila sewaktu-waktu terjadi Karhutla di wilayah Polewali Mandar.

Editor : Huzair.zainal

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network