Demo di Kantor Bupati Polewali Mandar Ricuh

Huzair zainal
Suasana saat aksi unjuk rasa SEMARAK Polman, salah satu pamflet bertuliskan bupati gagal jadi perhatian publik. (Foto iNewsPolman.id).

POLEWALI MANDAR, iNewsPolman.id – Aksi unjuk rasa yang digelar gabungan organisasi mahasiswa dan rakyat yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa dan Rakyat (SEMARAK) Jilid II di Kantor Bupati Polewali Mandar, Kamis (4/6/2026), berakhir ricuh.

Kericuhan terjadi saat massa aksi memaksa masuk ke area kantor bupati untuk bertemu langsung dengan Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud. Upaya tersebut mendapat penghadangan dari petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berjaga di lokasi.

Akibat insiden tersebut, seorang mahasiswa yang diketahui merupakan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Polewali Mandar mengalami luka di bagian mulut hingga mengeluarkan darah.
 
Korban diduga terkena pukulan saat aksi saling dorong antara massa dan petugas berlangsung..Darah korban bahkan terlihat menetes di lokasi unjuk rasa dan memicu kemarahan peserta aksi lainnya.

Sejak siang hari, puluhan mahasiswa menggelar orasi secara bergantian di depan gerbang Kantor Bupati Polewali Mandar. Mereka membawa berbagai spanduk dan pamflet berisi kritik terhadap pemerintah daerah.

Salah satu pamflet yang mencuri perhatian bertuliskan "Bupati Pencitraan, Polman Gagal", sebagai bentuk kekecewaan massa terhadap kinerja pemerintah daerah yang dinilai belum mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Dalam aksinya, massa menyoroti sejumlah isu yang dianggap belum mendapat penyelesaian serius. Mulai dari persoalan sampah yang masih semrawut di sejumlah titik, buruknya akses infrastruktur jalan di wilayah pedalaman seperti Kecamatan Tutar dan Bulo, hingga dugaan rangkap jabatan yang dilakukan oleh Sekretaris Daerah Polewali Mandar.

Massa juga menolak berdialog dengan perwakilan pemerintah dan bersikeras hanya ingin bertemu langsung dengan Bupati Polewali Mandar.

Di hadapan peserta aksi, Sekretaris Satpol PP Polewali Mandar, Syarifuddin Wahab, menjelaskan bahwa bupati masih dalam perjalanan dari Kecamatan Tutar menuju Polewali.

"Adik-adik, mohon bersabar. Informasi yang kami terima, Pak Bupati sedang dalam perjalanan dan saat ini sudah berada di wilayah Wonomulyo," ujar Syarifuddin kepada massa.

Namun penjelasan tersebut tidak mampu meredam ketegangan. Massa yang merasa aspirasinya tidak mendapat kepastian akhirnya mencoba menerobos barikade pengamanan yang dipasang Satpol PP.

Aksi saling dorong pun tidak terhindarkan dan berujung ricuh. Sejumlah mahasiswa dan petugas terlibat ketegangan fisik di depan pintu masuk kantor bupati.

Menanggapi insiden tersebut, Ketua GMNI Polewali Mandar, Andi Baraq, mengecam dugaan tindakan represif yang dilakukan oknum petugas terhadap peserta aksi.

Menurutnya, kejadian serupa juga terjadi pada aksi sebelumnya sehingga menunjukkan belum adanya evaluasi dalam pola pengamanan demonstrasi.
"Pada aksi jilid pertama juga terjadi tindakan represif. Hari ini kembali terulang. Kami mempertanyakan apakah tidak ada evaluasi dari Satpol PP terkait cara pengamanan aksi mahasiswa," tegas Andi Baraq.

Ia menambahkan, pihaknya akan menempuh langkah hukum dan melaporkan dugaan kekerasan yang dialami kader GMNI dalam aksi tersebut.

Setelah berlangsung cukup lama, situasi akhirnya berangsur kondusif ketika Bupati Polewali Mandar tiba di lokasi dan bersedia menemui peserta aksi untuk mendengarkan tuntutan yang mereka sampaikan.

Meski demikian, insiden luka yang dialami salah seorang mahasiswa menjadi sorotan utama dalam aksi SEMARAK Jilid II dan menambah daftar panjang ketegangan antara demonstran dan aparat pengamanan dalam sejumlah aksi unjuk rasa di Polewali Mandar.

Editor : Huzair.zainal

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network