POLEWALI MANDAR, iNewspolman.id — Proyek pembangunan atap lapangan futsal di kawasan Sport Center, Kelurahan Madatte, kembali menuai sorotan tajam publik. Anggaran hampir Rp2 miliar yang digelontorkan sejak 2018 kini menyisakan struktur pondasi terbengkalai, memicu tanda tanya besar terkait perencanaan hingga potensi penyimpangan dalam pelaksanaannya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi fisik bangunan tampak memprihatinkan. Pondasi yang telah berusia sekitar enam tahun menunjukkan tanda-tanda kerusakan serius. Besi penyangga terlihat berkarat, dinding mulai terkelupas, sementara area sekitar dipenuhi rumput liar dan lumut yang menutupi sebagian konstruksi.
Proyek tahap I yang dikerjakan oleh CV Indah Bersatu dengan nilai kontrak Rp1.969.850.000 itu hingga kini tak menunjukkan kelanjutan yang jelas. Informasi yang dihimpun menyebutkan, proyek tersebut sempat masuk dalam radar pemeriksaan aparat penegak hukum. Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan terkait hasil maupun tindak lanjut dari proses tersebut.
Sorotan juga datang dari kalangan aktivis. Rifai, yang tergabung dalam Cipayung Plus Polewali Mandar, mempertanyakan kualitas perencanaan proyek yang dinilai tidak matang sejak awal. Ia menilai pembangunan tersebut terkesan dipaksakan tanpa jaminan keberlanjutan yang jelas.
“Dengan nilai anggaran yang besar, seharusnya proyek ini melalui kajian yang komprehensif. Perlu dipertanyakan, apakah sejak awal sudah ada studi kelayakan yang memadai, atau proyek ini hanya dijalankan untuk menyerap anggaran,” tegas Rifai, Rabu (15/4/2026).
Ia juga mendesak aparat penegak hukum untuk tidak berhenti pada tahap pemeriksaan awal. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan harus dimintai pertanggungjawaban, mulai dari Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan perencana, hingga kontraktor pelaksana.
Desakan tersebut sejalan dengan harapan masyarakat yang menginginkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran publik. Proyek mangkrak dinilai tidak hanya merugikan keuangan daerah, tetapi juga menghambat penyediaan fasilitas olahraga yang semestinya dapat dimanfaatkan masyarakat luas.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar terkait kelanjutan proyek tersebut. Publik pun menanti langkah konkret, baik dari pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum, untuk mengusut tuntas persoalan ini.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa setiap proyek pembangunan harus disusun melalui perencanaan yang matang, transparan, dan berorientasi pada kebermanfaatan jangka panjang. Evaluasi menyeluruh terhadap proyek mangkrak dinilai krusial guna mencegah terulangnya persoalan serupa, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan daerah.(*rls)
Editor : Huzair.zainal
Artikel Terkait
