Cegah Penimbunan, DPRD Polman Minta SPBU Batasi Pengisian Jeriken dan Utamakan Kendaraan Umum

Huzair zainal
Wakil ketua DPRD Amiruddin berikan Warning pada pengusaha SPBU rawan penimbunan BBM, Utamakan Kendaraan umum ketimbang Jeriken : Foto iNews

POLEWALI MANDAR, iNewsPolman.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Polewali Mandar mengingatkan seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) agar memprioritaskan pengisian bahan bakar minyak (BBM) untuk kendaraan umum dibandingkan pengisian menggunakan jeriken. 

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah praktik penimbunan BBM di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran.

Wakil Ketua DPRD Polewali Mandar, Amiruddin, menegaskan SPBU perlu mengutamakan kendaraan operasional masyarakat, terutama angkutan umum dan kendaraan logistik.

“Utamakan kendaraan umum di momen mudik menjelang Lebaran,” ujar Amiruddin saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan, imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi penimbunan BBM yang memanfaatkan isu kelangkaan, terutama di tengah kekhawatiran dampak konflik di Timur Tengah terhadap pasokan minyak dunia.

Dalam beberapa hari terakhir, antrean kendaraan terlihat memadati salah satu SPBU di Kelurahan Lantora, Kecamatan Polewali. Antrean bahkan sempat mengular hingga sekitar 500 meter pada Kamis (6/3/2026) dan menyebabkan kemacetan di ruas Jalan Trans Sulawesi.

Kondisi tersebut berlangsung sejak pagi hingga siang hari. Banyak pengendara, terutama sopir truk dan mobil pribadi, harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
Sejumlah sopir mengaku sengaja datang lebih awal karena khawatir kehabisan stok BBM, khususnya solar yang banyak digunakan kendaraan angkutan barang.

Salah seorang sopir truk, Yusuf, mengatakan dirinya sudah mengantre sejak pagi untuk memastikan bisa mendapatkan solar agar dapat melanjutkan perjalanan.

“Biasanya pasokan solar baru tiba di SPBU sekitar siang hari, jadi kami memilih menunggu lebih lama supaya tidak kehabisan,” kata Yusuf.

Para sopir juga mengeluhkan lamanya antrean, terlebih di tengah bulan Ramadan. Meski demikian, mereka tetap bertahan menunggu demi memperoleh bahan bakar.

Menurut pengakuan para sopir, antrean panjang tersebut sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini juga memicu kekhawatiran sebagian warga terkait ketersediaan BBM di daerah tersebut.

Masyarakat berharap pasokan BBM di Polewali Mandar tetap terjaga sehingga antrean panjang tidak terus terjadi, terutama selama Ramadan dan menjelang arus mudik Lebaran. 

Editor : Huzair.zainal

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network