Hasil Lab Negatif, SPPG Paku Belum Beroperasi karena Tunggu Kelengkapan Administrasi

Huzair zainal
Korwil BGN Polewali Mandar Firman . Hasil negatif dari pemeriksaan labfor MBG SPPG paku ,namun harus harus melengkapi dokument untuk bisa operasi kembali : Foto iNewsPolman

POLEWALI MANDAR, iNewsPolman.id – Hasil uji laboratorium terhadap makanan yang dikonsumsi belasan siswa SDN 010 Paku yang dikelola oleh Dapur MBG di wilayah Paku dinyatakan negatif dari kandungan berbahaya.

Meski demikian, dapur tersebut belum dapat kembali beroperasi dan masih menunggu kelengkapan sejumlah dokumen administrasi sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Polewali Mandar (Polman), Firman Jaelani, membenarkan bahwa hasil pemeriksaan laboratorium dari BPOM Mamuju menunjukkan hasil negatif. Namun, hal itu tidak serta-merta membuat dapur MBG dapat langsung kembali beroperasi.

Firman menjelaskan, penutupan dapur dilakukan sementara hingga seluruh sertifikat dan dokumen pendukung operasional dinyatakan lengkap. Setelah semua berkas terpenuhi, akan dilakukan pemeriksaan ulang guna memastikan dapur benar-benar layak beroperasi.

“Nanti dilengkapi dulu sertifikat-sertifikatnya. Setelah itu dites kembali apakah memang sudah layak atau tidak,” jelasnya saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman dari beberapa kasus serupa di dapur lain, proses pemenuhan administrasi biasanya memakan waktu sekitar tiga hingga empat bulan, tergantung pada kecepatan pengurusan dari pihak pengelola.

“Kalau cepat pengurusannya, tentu semakin cepat juga bisa beroperasi kembali. Kami juga akan menuntun prosesnya agar sesuai prosedur,” tambahnya.

Pihak SPPG Polman memastikan seluruh tahapan tersebut dilakukan untuk menjaga standar keamanan dan kelayakan operasional, sebelum dapur kembali melayani distribusi makanan.

Sementara itu, Asisten Lapangan (Aslap) Dapur MBG Paku, Herman, mengungkapkan bahwa sebelum makanan didistribusikan, pihak dapur telah melakukan pengecekan dan pencicipan sampel makanan.

“Waktu itu saya sekitar jam dua dini hari datang ke dapur untuk memeriksa kondisi dapur dan sempat mencicipi sampel makanan sebelum dimasukkan ke ompreng. Semuanya dalam keadaan baik,” ujarnya.

Herman mengaku heran karena dari ribuan paket makanan yang didistribusikan ke sejumlah sekolah, hanya satu sekolah yang dilaporkan mengalami gejala, bahkan hanya terjadi pada siswa di kelas tertentu.

“Dari ribuan yang disalurkan ke sekolah-sekolah, kenapa hanya sekolah tersebut yang mengalami gejala dan hanya pada kelas tertinggi,” katanya.

Editor : Huzair.zainal

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network