MAKASSAR, iNewsPolman.id — Di tengah kritik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akibat sejumlah kasus keracunan yang dikaitkan dengan lemahnya pengelolaan dapur, sekelompok pemuda di Makassar, Sulawesi Selatan, menghadirkan alternatif solusi melalui pengelolaan dapur MBG yang profesional dan berstandar industri.
Melalui Yayasan Nusantara Bergerak Bersama, mereka membangun dan mengelola dapur MBG dengan sistem kerja terukur. Saat ini, sebanyak 5 SPPG dimana sebagian telah berjalan dan dalam tahap persiapan menuju operasional penuh.
Dapur-dapur tersebut dibangun dan direnovasi dengan konsep modern serta mengikuti standar dapur profesional. Salah satu dapur yang berlokasi di Kecamatan Mariso tampil mencolok dengan mural bergambar Presiden Prabowo Subianto, ilustrasi anak-anak, dan ornamen bernuansa Merah Putih dengan warnah Bangunan Biru.
Dari sisi tata kelola, dapur dirancang dengan alur kerja satu arah untuk mencegah kontaminasi silang. Terdapat empat akses terpisah, yakni pintu penerimaan bahan baku, pintu masuk ompreng kotor, pintu khusus karyawan, serta pintu distribusi makanan (loading out). Sistem ini diterapkan guna meminimalkan risiko hazard pangan.
Pengolahan makanan juga menerapkan standar Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP) yang didukung Food Safety Management System (FSMS). Seluruh peralatan dapur telah melalui proses quality control (QC) dari produsen, sehingga memenuhi standar keamanan pangan.
Selain pengolahan, aspek sanitasi dan higiene menjadi perhatian utama. Setiap dapur dilengkapi fasilitas biotic tank dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebelum limbah dialirkan ke saluran umum. Sistem sirkulasi dan pergantian udara di dalam dapur juga dirancang memadai untuk menjaga kebersihan lingkungan kerja.
Salah satu pengurus Yayasan Nusantara Bergerak Bersama, Fiqran Nugraha, menyebutkan saat yayasan mengelola sebanyak 5 dapur terbagi di Makassar dan juga kabupaten Gowa Sulawesi Selatan
Seluruh dapur MBG yang dikelola Yayasan Nusantara Bergerak Bersama dijalankan secara profesional dengan standar kebersihan dan disiplin kerja tinggi, sebagai upaya memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berlangsung aman, optimal, dan berkelanjutan.
Editor : Huzair.zainal
Artikel Terkait
