Potret Haru dari Tapua: Babinsa Sigap Antar Pelajar Seberangi Sungai Tanpa Jembatan

Zainal
Siswa dan warga lainnya sebrangi sungai pakai rakit bambu di bantu Babinsa: Foto Zik

POLEWALI MANDAR,iNewsPolman.id— Sudah lebih dari enam bulan sejak jembatan penghubung di Desa Tapua, Kecamatan Matangnga, hanyut diterjang banjir bandang pada 22 Mei 2025. Namun hingga kini, akses vital itu belum juga dibangun kembali. Warga pun harus bertahan dengan rakit bambu sebagai satu-satunya sarana penyeberangan sungai, termasuk bagi anak-anak yang setiap hari berangkat ke sekolah.

Pemandangan mengharukan kembali terlihat pada Sabtu (29/11/2025). Seorang Babinsa dari Kodim 1402/Polman turun langsung membantu para pelajar menyeberangi sungai menggunakan rakit bambu. Dengan seragam loreng yang basah hingga lutut, ia memastikan satu per satu siswa berdiri aman sebelum rakit ditarik melawan arus sungai yang cukup deras.

Rakit bambu tersebut merupakan hasil gotong royong antara personel TNI melalui Kodim 1402/Polman bersama warga setempat, beberapa hari setelah jembatan hanyut. Hingga kini, rakit sederhana itu menjadi tumpuan utama aktivitas masyarakat, mulai dari anak sekolah, petani, hingga distribusi kebutuhan sehari-hari.

Komandan Koramil 1402-02/Wonomulyo, Kapten Inf Subarkah, membenarkan kondisi tersebut.
“Sejak jembatan hanyut pada bulan Mei lalu, masyarakat di Desa Tapua masih mengandalkan rakit bambu untuk menyeberang. Babinsa kami tetap siaga membantu, terutama anak-anak sekolah yang setiap hari harus melintasi sungai,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan pembangunan kembali jembatan tersebut. Menurutnya, jalur itu merupakan akses vital yang sangat menentukan aktivitas sosial, pendidikan, dan perekonomian warga.

Di tengah keterbatasan dan rasa cemas yang menyertai setiap penyeberangan, kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi penopang harapan. Setiap pagi, suara tawa anak-anak yang menembus derasnya aliran sungai menjadi potret keteguhan—bahwa semangat menggapai pendidikan tak surut, meski harus ditopang sebatang rakit bambu di atas arus yang tak pernah berhenti. (Zik)

Editor : Huzair.zainal

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network