get app
inews
Aa Read Next : Anggaran KPU Minim Dari Pemda, Pelaksanaan Pilkada Mamasa Terancam Tertunda

Akibat Jalan Rusak, Ibu Hamil di Mamasa Ditandu Sejauh 13 Km Menuju Puskesmas

Minggu, 24 Maret 2024 | 01:21 WIB
header img
Seorang ibu hamil di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat harus ditandu sejauh 13 kilometer menuju Puskesmas disebabkan akses jalan dari tempat tinggalnya rusak parah dan tidak dapat dijangkau Kendaraan (Foto : Ist)

MAMASA, iNewsPolman.id - Memprihatinkan, seorang Ibu Hamil bernama Muliana 22 tahun dari Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat harus ditandu sejauh 13 kilometer (KM) menuju Puskesmas. Hal ini disebabkan akses jalan dari tempat tinggalnya rusak parah dan tidak dapat dijangkau kendaraan.

Perjalanan menandu Ibu hamil tersebut dilakukan warga hingga malam hari dengan melalui jalan terjal serta minim penerangan.

“Tadi malam menjadi saksi pengantar Ibu Muliana yang sedang hamil tua, ia ditandu kurang lebih sekitar 13 kilometer, dari Dusun Sabaho Dua, Desa Pamoseang, menuju Talipukki. Perjalanan dimulai sekitar pukul setengah lima sore sampai ke Desa Talipukki yang memiliki fasilitas kendaraan roda empat,”ungkap salah satu pemuda setempat, Ahmad Faizal saat dikonfirmasi, Sabtu (23/3/2024)

Menurut Ahmad, aksi menandu warga karena buruknya akses jalan bukanlah baru pertama kali terjadi namun sudah berulang kali dilakukan warga setempat.

“Kondisi ini sebenarnya bukan kali pertama untuk masyarakat Desa Pamoseang, juga desa-desa yang ada di sekitarnya. Kondisi ini hampir bisa dikatakan menjadi tontonan yang memilukan, dimana akses jalan yang tidak baik, sehigga menyebabkan kondisi seperti ini terjadi berulang kali,”tuturnya.

Sudah bertahun-tahun akes jalan menuju Desa Pamoseang dan juga desa-desa disekitar tak kunjung mendapatkan perhatian pemerintah padahal jalan tersebut merupakan akses satu satunya bagi ratusan hingga ribuan warga yang berada  di beberapa desa di wilayah tersebut.

“Sebagai masyrakat tentu kita berharappemerataan pembangunan terutama akses jalan, bukan hanya sampai pada bualan-bualan retorika , akan tetapi terimplementasi pada seluruh lapisan masyarakat utamanya kami yang ada di pinggiran Kabupaten Mamasa.  Kita berharap kondisi ini tidak menjadi pembiaran,” harap Ahmad.

 

 

Editor : Huzair.zainal

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut