get app
inews
Aa Text
Read Next : Komitmen Berbenah, Perumda Wai Tipalayo Hadirkan Layanan Modern, Bayar Air Sistem Token dan QRIS

Pesan Mendalam di Ta’siyah Maros: Kematian Bukan Akhir, Tapi Kepulangan Sejati Manusia

Kamis, 09 April 2026 | 07:19 WIB
header img
Ustadz Kamsier menekankan bahwa setiap manusia sejatinya akan kembali kepada tiga hal utama setelah meninggal dunia (Poto : Basribas)

MAROS, iNewspolman.id – Suasana haru dan penuh perenungan menyelimuti kediaman almarhum Rais Bin Bado di Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Rabu malam (8/4/2026). Dalam momen ta’siyah tersebut, Ustadz Kamsier Alamchamsier menyampaikan tausiyah yang menggugah kesadaran jamaah tentang hakikat kehidupan dan kematian yang tak terelakkan.

Dalam ceramahnya, Ustadz Kamsier menekankan bahwa setiap manusia sejatinya akan kembali kepada tiga hal utama setelah meninggal dunia. “Pertama, ruh akan kembali kepada Allah SWT. Kedua, amal perbuatan—baik maupun buruk—akan kembali kepada diri masing-masing sebagai pertanggungjawaban. Ketiga, jasad akan kembali ke tanah,” ungkapnya di hadapan keluarga dan masyarakat yang hadir.

Ia menjelaskan, kematian bukanlah sesuatu yang bisa dihindari, melainkan sebuah kepastian yang waktunya telah ditentukan. “Mati itu adalah angka—sudah ditetapkan. Tidak bisa dimajukan, tidak bisa ditunda,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ustadz Kamsier mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak amal ibadah dan mempersiapkan diri sebelum ajal tiba. Ia mengingatkan pentingnya mengamalkan nilai-nilai kehidupan yang baik sebelum mengucapkan kalimat tauhid “Lailaha illallah” di akhir hayat.

“Jangan menunggu waktu. Amal itu harus dipersiapkan sejak sekarang. Karena ketika kalimat terakhir itu datang, hanya amal yang akan menyelamatkan,” ujarnya.

Acara ta’siyah ini turut dihadiri oleh keluarga besar almarhum, tokoh masyarakat, serta warga sekitar yang datang untuk memberikan doa dan dukungan moral. Selain sebagai bentuk belasungkawa, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bersama tentang arti kehidupan dan kematian.

Kehadiran masyarakat dalam ta’siyah tersebut menunjukkan kuatnya nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Maros, sekaligus menjadi pengingat bahwa kematian adalah pelajaran hidup yang paling nyata.

Kematian bukan hanya peristiwa kehilangan, tetapi juga pengingat bagi yang masih hidup untuk terus memperbaiki diri. Setiap insan akan menyusul, tanpa terkecuali. Oleh karena itu, momentum seperti ini menjadi penting untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya amal, keikhlasan, dan kedekatan kepada Sang Pencipta.

Mengingat kematian bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk meneguhkan langkah hidup agar lebih bermakna. Sebab, sebaik-baik bekal menuju akhirat adalah amal saleh yang dilakukan dengan penuh

Editor : Huzair.zainal

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut