get app
inews
Aa Text
Read Next : Potret Haru dari Tapua: Babinsa Sigap Antar Pelajar Seberangi Sungai Tanpa Jembatan

Di Balik Hari Tani Nasional 2025, Ada Curhat Petani Soal Pupuk Langka dan Harga Anjlok

Rabu, 24 September 2025 | 16:38 WIB
header img
Dr. Harli A. Makarim juga menyoroti ancaman perubahan iklim yang kian nyata berdampak pada produktivitas pertanian. (Poto: istimewa)

POLEWALI MANDAR, iNewsPolman.id — Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (DPW TANI) Sulawesi Barat, Dr. Harli A. Makarim, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Tani Nasional 2025.

Ia menegaskan bahwa Hari Tani Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momen reflektif untuk meneguhkan kembali perjuangan petani sebagai tulang punggung bangsa dan pilar utama kedaulatan pangan.

Hari Tani Nasional diperingati setiap 24 September, bertepatan dengan lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Tahun 1960 yang ditetapkan oleh Presiden Soekarno.

UUPA lahir sebagai dasar hukum agraria nasional yang mengedepankan prinsip “tanah untuk rakyat”, sekaligus menjadi tonggak perjuangan kaum tani untuk memperoleh hak atas tanah dan kesejahteraan hidup.

Dr. Harli A. Makarim menyebutkan, semangat UUPA harus terus dihidupkan, sebab masalah agraria hingga kini masih menjadi persoalan yang dihadapi petani di berbagai daerah.

“Hari Tani Nasional mengingatkan kita pada cita-cita besar UUPA 1960, yaitu tanah untuk kemakmuran rakyat. Di era sekarang, tantangan petani justru semakin kompleks, sehingga komitmen perjuangan itu harus kita lanjutkan,” ujarnya.

Sebagai salah satu daerah penopang pangan di Sulawesi Barat, Kabupaten Polewali Mandar memiliki potensi pertanian yang besar, mulai dari padi, jagung, kakao, hingga komoditas hortikultura.

Namun menurut Dr. Harli A. Makarim, potensi besar tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan petani.

“Petani di Polman masih menghadapi persoalan klasik: keterbatasan akses lahan, kelangkaan pupuk, harga panen yang tidak stabil, hingga minimnya perlindungan pasar. Jika ini terus berlanjut, sulit bagi petani untuk bangkit dan mandiri,” tegasnya.

Dr. Harli A. Makarim juga menyoroti ancaman perubahan iklim yang kian nyata berdampak pada produktivitas pertanian.

Oleh karena itu, ia menekankan perlunya kebijakan adaptif dari pemerintah daerah, termasuk penyediaan teknologi pertanian modern dan program pendampingan yang berkelanjutan.

Selain itu, ia menilai pentingnya regenerasi petani melalui keterlibatan generasi muda.

“Kami mendorong pemuda untuk melihat pertanian sebagai sektor strategis yang bisa dikelola dengan inovasi digital dan mekanisasi modern. Regenerasi petani harus menjadi prioritas agar ketahanan pangan tetap terjaga di masa depan,” kata Dr. Harli A. Makarim.

Ia menekankan, pemerintah daerah perlu memperkuat program yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar petani.

Mulai dari distribusi pupuk bersubsidi yang tepat sasaran, pembukaan akses permodalan, jaminan harga panen, hingga infrastruktur pertanian yang memadai.

GERBANG TANI Sulawesi Barat siap menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah. Kami akan terus mengawal kebijakan agar berpihak pada petani kecil. Tanpa keberpihakan, kedaulatan pangan hanya akan menjadi slogan,” tambahnya.

Mengakhiri pernyataannya, Ketua DPW GERBANG TANI Sulawesi Barat itu berharap peringatan Hari Tani Nasional 2025 menjadi energi baru bagi seluruh petani untuk terus bangkit, mandiri, dan berdaulat.

“Petani yang sejahtera adalah kunci bangsa yang kuat. Mari kita jadikan Hari Tani Nasional ini sebagai pengingat bahwa tanpa petani, kita tidak akan berdaulat pangan,” pungkas Dr. Harli A. Makarim.

Editor : Huzair.zainal

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut